Putra Asli Suku Kamoro Ajak Pemerintah Dan Generasi Muda Tidak Biarkan Budaya Warisan Leluhur Punah
Karya budaya sanggar Wania Imipi sebagai salah satu karya yang ditampilkan dalam kegiatan Festival Produk UMKM dan Pameran Budaya Hasil Kerajinan Lokal dalam rangka HUT Mimika ke-72 di halaman Graha Emeneme Yauware Timika, Jumat (13/10/2023) (salampapua.com/Acik)
SALAM PAPUA (TIMIKA) Nicolaus Mutaweyau yang merupakan putra asal suku Kamoro, sebagai salah satu suku asli di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengajak pemerintah dan seluruh generasi muda agar tidak membiarkan punah karya budaya warisan leluhur khususnya di Kabupaten Mimika.
Ketua Sanggar Wania Imipi ini dengan penuh kekhawatiran mengaku jika tidak ada perhatian serius dari pemerintah dan rasa cinta dari generasi muda terhadap budaya, maka warisan leluhur akan punah.
Menurut dia, generasi saat ini memang mempunyai kreativitas, namun telah terpengaruh kemajuan teknologi sehingga terkesan tidak berminat untuk berkarya dalam bidang budaya, seperti menganyam tikar, mengukir kayu dan sebagainya. Kondisi ini harus diperhatikan pemerintah sehingga adat dan budaya tetap dilestarikan.
Saya selama ini berpikir bagaimana kalau seandainya tidak ada lagi generasi yang mau berkarya mengangkat budaya Kamoro. Apakah warisan leluhur ini tetap dilestarikan atau akan punah? ujarnya kepada salampapua.com, Jumat (13/10/2023).
Dia mengungkapkan bahwa membentuk sanggar Wania Imipi bukan sekedar untuk menopang perekonomian kelompok pengrajin, akan tetapi yang paling penting adalah menularkan karya-karya seni sebagai warisan budaya.
Pemerintah harus mendorong melalui kegiatan-kegiatan yang bisa merangkul pelaku budaya dan melibatkan anak-anak muda. Kalau tidak begitu, maka adat budaya itu akan punah, tegasnya.
Penulis : Acik
Editor : Jimmy