Soroti Rolling Jabatan, Wabup Mimika: Ada Pelanggaran Aturan ASN Dan Menyayangkan ASN Amungme-Kamoro Dinonjobkan
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob (Dok.:salampapua.com)
SALAM PAPUA (TIMIKA) - Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dengan tegas mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelantikan dan rolling pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Mimika yang dilakukan Bupati Mimika Eltinus Omaleng pada tanggal 5 Desember 2023 lalu.
Melalui sambungan telepon kepada salampapua.com, Kamis (7/12/2023), John Rettob menyampaikan rasa penyesalannya dan menyoroti bahwa kebijakan tersebut telah menimbulkan dampak negatif terutama dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
"Sangat disayangkan, melalui rolling kemarin kami (Pemkab Mimika) tidak bisa menunjukkan niat pelaksanaan dan pelayanan yang baik kepada masyarakat," ujarnya dengan nada kecewa.
Menurut Wabup John, dalam konteks persiapan akhir tahun dan menghadapi Pemilihan Umum 2024, perombakan jabatan terkesan tidak terarah dan acak-acakan. Camat dan berbagai jabatan diganti tanpa pertimbangan yang jelas, termasuk kasus kontroversial seorang guru yang menduduki posisi camat.
Pada saat yang sama, Kabupaten ini juga tengah melakukan pendataan perekrutan pegawai honorer untuk menjadi PPPK, CPNS, dan lain-lain. Keputusan untuk mengganti seluruh kepengurusan pegawai di badan kepegawaian menuai kecaman, karena dianggap merugikan pegawai dan menghambat proses administrasi, terutama dalam sistem keuangan.
"Tinggal dua bulan lagi Pemilihan Umum, tapi diganti semua camatlah, segala macamlah. Dan sangat disayangkan, ada guru yang menjadi camat, yang menggantikan orang yang tamat dari STPDN. Itu kan tidak betul?" tuturnya.
Menyoroti perubahan jabatan dalam rolling tersebut, Wabup John mengkritisi pelanggaran aturan yang terjadi seperti PNS yang langsung diangkat menjadi eselon IV.
"Aturannya bahwa dia harus menduduki jabatan pada posisi itu 3 kali di dalam jabatan, 2 tahun dalam kepangkatan, baru dia boleh naik eselon. Tapi sekarang ini aneh, ada PNS yang diangkat langsung jadi eselon IV, sekarang ini. Ini yang terjadi," ungkapnya.
Dia juga mengaku sangat sedih dengan kejadian tersebut, dimana para ASN khususnya mereka yang anak suku asli Mimika Amungme dan Kamoro terlihat banyak ditebas di dalam rolling jabatan kemarin.
"Saya ingin menegaskan, saya akan berada di sisi pegawai ASN, terutama mereka yang berasal dari suku Amungme-Kamoro, yang mungkin merasa dizolimi atau merasa tidak adil akibat perubahan yang terjadi. Saya menyadari bahwa kebijakan ini bisa memberikan dampak besar, terutama bagi mereka yang telah berkontribusi dan berdedikasi dalam pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.
Ia juga memberikan peringatan agar tidak mencoba menerima tunjangan secara tidak benar di tengah ketidakpastian ini. Ia menyebut bahwa pelantikan pergantian pejabat di akhir tahun selalu menimbulkan kecurigaan di masyarakat dan hal ini perlu mendapatkan perhatian serius.
"Kepada seluruh ASN yang dilakukan pelantikan kemarin, saya mengimbau untuk tidak menerima tunjangan karena akan bermasalah dan merugikan diri sendiri nantinya," tuturnya.
Penulis/Editor: Jimmy