SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kebakaran hebat yang terjadi di
Kilometer 09, Distrik Wania, pada Sabtu (4/4/2026) malam mengakibatkan kerugian
besar bagi warga. Selain menghanguskan rumah, insiden tersebut juga menyebabkan
14 ekor babi mati terpanggang.
Pemilik rumah, Adolvina Tandililing, mengungkapkan bahwa
seluruh ternak miliknya tidak sempat diselamatkan karena api dengan cepat
merambat hingga ke kandang.
“Babi yang besar ada 5 ekor, yang sementara bunting ada 2
ekor, yang paling besar ada 1 ekor, sedangkan yang anakan sebanyak 5 ekor.
Total semua 14 ekor, semuanya mati karena kepanasan dan sulit keluar dari
kandang,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menceritakan, saat kejadian dirinya bersama suami dan
anak-anak sedang tertidur lelap. Mereka terbangun setelah mendengar suara
reruntuhan seng disertai suhu panas yang meningkat.
“Saya kaget waktu dengar bunyi seng jatuh. Pas keluar kamar,
api sudah besar dari arah dapur,” katanya.
Suaminya sempat berupaya memadamkan api menggunakan mesin
alkon, namun kobaran api dengan cepat menyebar dan melahap seluruh bagian dapur
hingga ke kandang babi.
“Kami sudah berusaha padamkan api, tapi sangat cepat
merambat. Saya akhirnya fokus selamatkan anak-anak yang masih tidur,”
ungkapnya.
Selain ternak, sejumlah barang berharga juga ikut terbakar,
di antaranya ijazah SMA dan sertifikat Paskibra milik anak sulung, kartu ATM,
buku tabungan, serta empat unit telepon genggam.
Adolvina juga menyebut uang tunai sebesar Rp6 juta turut
hangus dalam kebakaran tersebut.
“Uang milik adik saya Rp5 juta dan saya Rp1 juta ikut
terbakar. Kalau ditotal semua kerugian, mencapai ratusan juta rupiah,”
jelasnya.
Tidak hanya rumah miliknya, satu bangunan lain di samping
rumah yang merupakan rumah kontrakan juga ikut ludes terbakar.
“Bangunan sebelah juga habis, itu milik orang lain yang
dikontrakkan,” tambahnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui secara
pasti. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan
kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada malam hari.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi


