Dorong Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Freeport Latih 40 Mama Papua Olah Pangan Lokal
Foto bersama usai pembukaan pelatihan pengolahan makanan berbahan lokal yang berlangsung di Keuskupan Mimika, Kamis (11/6/2026)(Salampapua.com/Evita)
SALAM PAPUA (TIMIKA) – PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerja sama dengan Koperasi Maria Bintang Laut Keuskupan Mimika menggelar pelatihan pengolahan makanan berbahan pangan lokal bagi 40 mama Papua di Keuskupan Mimika, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 11–12 Juni 2026 tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan usaha kuliner, memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga, serta mendorong optimalisasi pemanfaatan bahan pangan lokal seperti sagu, ubi, dan hasil alam lainnya.
Vice President Community Development PTFI, Nathan Kum, mengatakan pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk bernilai jual.
Ia berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di rumah maupun lingkungan masing-masing, sehingga mampu membuka peluang usaha baru di sektor kuliner.
“Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan untuk mengolah pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Hasil kebun tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi dapat diolah sehingga memiliki nilai tambah dan meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Nathan saat pembukaan kegiatan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen peserta dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh.
“Freeport menyediakan fasilitas dan pelatihan, tetapi implementasi di lapangan harus dilakukan oleh peserta. Jangan hanya berhenti pada pelatihan, tetapi harus ada tindak lanjut yang nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mimika, Johana Anatje Belandina Arwam, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada PTFI dan Koperasi Maria Bintang Laut atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai pelatihan ini sangat bermanfaat karena memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di kampung-kampung dan memiliki potensi ekonomi yang besar.
“Kegiatan ini sangat baik karena masyarakat dapat memanfaatkan bahan yang ada di sekitar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.
Johana juga menekankan pentingnya penerapan ilmu setelah pelatihan agar dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, mewakili Keuskupan Mimika, Pastor Benyamin Magai, Pr., mengajak peserta untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sungguh-sungguh serta membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PTFI dan Pemerintah Kabupaten Mimika atas dukungan dalam pemberdayaan masyarakat melalui program kolaboratif tersebut.
“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat melalui kerja sama yang berkelanjutan,” katanya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi