SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat 199 kasus baru HIV-AIDS selama Januari hingga Juni 2026. Untuk memperkuat upaya pengendalian penyakit menular, Dinkes Mimika menggelar Pertemuan Koordinasi Integrasi AIDS, Tuberkulosis, Malaria, dan Hepatitis (ATM) di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP), sekaligus langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan mendukung target eliminasi penyakit menular pada 2030.

Sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, menyampaikan apresiasi kepada Dinkes Mimika atas penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan kesehatan di Kabupaten Mimika.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa tantangan pengendalian HIV/AIDS masih cukup besar. Selain 199 kasus baru yang tercatat selama Januari hingga Juni 2026, jumlah kumulatif kasus HIV-AIDS di Mimika sejak 1996 telah mencapai 8.609 kasus. Sementara itu, malaria juga masih menjadi perhatian karena jumlah kasusnya masih signifikan dan membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk mendukung pencapaian target eliminasi HIV-AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria pada 2030 sesuai dengan target nasional.

"Target eliminasi 2030, kami menegaskan komitmen mendukung pencapaian eliminasi HIV-AIDS, TBC, dan malaria sesuai target nasional," ujarnya.

Melalui penerapan ILP, pemerintah berharap akses pelayanan kesehatan semakin diperkuat, mulai dari Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), Posyandu hingga pelayanan berbasis masyarakat.

Ananias juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk pemerintah distrik, kampung, kelurahan, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu, agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat di wilayah pesisir maupun pedalaman Mimika.

"Pertemuan ini kami harapkan menghasilkan kesepakatan, pembagian peran, dan rencana tindak lanjut yang konsisten dalam mengintegrasikan program ATM ke layanan kesehatan primer, mulai dari promosi kesehatan, pencegahan, deteksi dini, pengobatan, hingga pendampingan masyarakat," harap Ananias.

Ia berharap dukungan lintas sektor dan komitmen seluruh pihak dapat memperkuat pengendalian HIV-AIDS, TBC, malaria, dan hepatitis sehingga penanganannya dapat berjalan lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi