SALAM PAPUA (TIMIKA) – PT Pelni (Persero) Cabang Mimika memastikan operasional pelayaran kapal di Pelabuhan Pomako tetap berjalan aman dan lancar di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Papua Selatan.

Kepala Cabang Pelni Mimika, Sigit Sujatmoko, mengatakan kabut asap sempat dikhawatirkan mengganggu jarak pandang di alur pelayaran. Namun, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir membantu menipiskan kabut asap sehingga tidak menghambat proses keluar-masuk kapal di Pelabuhan Poumako.

“Kemarin bersyukurnya kita ada hujan, jadi kabut asap itu hampir dibilang tipis, sehingga tidak mengganggu saat kapal masuk dan keluar dari Pelabuhan Pomako,” ujarnya saat ditemui, Selasa (30/9/2026).

Sigit menjelaskan, aspek keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas. Armada Pelni dilengkapi sistem navigasi seperti Electronic Chart Display and Information System (ECDIS), radar, dan GPS yang membantu nakhoda memantau jalur pelayaran dan kondisi di sekitar perairan.

“Dari radar kita bisa kelihatan, benda kecil pun bisa kelihatan. Dan kita punya juga lampu sorot, jadi masih aman. Terkait dengan asap kebakaran itu, alhamdulillah kita tidak ada kendala,” jelasnya.

Menurut Sigit, kondisi kabut asap juga belum berdampak terhadap jumlah penumpang. Minat masyarakat menggunakan transportasi laut melalui Pelabuhan Pomako tetap stabil dan cenderung meningkat, terutama untuk tujuan Dobo, Tual, Saumlaki, dan Ambon.

“Justru meningkat penumpang tujuan Dobo, Tual, Saumlaki, dan Ambon masih menjadi tujuan bagi warga yang bepergian melalui Pelabuhan Poumako,” ungkapnya.

Mengantisipasi peningkatan arus penumpang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pelni Mimika menyiapkan strategi pelayanan dengan memastikan ketersediaan armada secara beruntun agar kebutuhan transportasi masyarakat dapat terlayani dengan baik.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi