SALAM PAPUA (NABIRE) – Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Pertanian menyalurkan 32.000 bibit kopi dan 800 bibit terung Belanda kepada masyarakat, khususnya petani yang memiliki kebun kopi. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas perkebunan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., kepada perwakilan petani di Kantor Dinas Pertanian Deiyai, Distrik Tigi Timur, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Rabu (4/11/2026).
Bupati Melkianus Mote mengatakan, pengembangan kopi menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Kabupaten Deiyai, kata dia, juga berkomitmen mengembangkan kopi sebagai komoditas unggulan daerah yang memiliki potensi ekonomi.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah saat ini juga sedang fokus pada pengembangan kopi. Kabupaten Deiyai pun memiliki perhatian yang sama terhadap tanaman kopi. Karena itu, kita bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mendukung pengembangan kopi di daerah ini,” ujar Melkianus.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut terdiri atas 32.000 bibit kopi dan 800 bibit terung Belanda. Kedua komoditas itu diharapkan dapat dibudidayakan secara bersamaan sehingga petani memiliki sumber pendapatan tambahan.
“Selain menanam kopi, petani juga bisa menanam terung Belanda di sekitar kebun kopi. Dengan begitu, satu lahan bisa menghasilkan dua komoditas yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Bupati juga mengingatkan petani agar memperhatikan teknik budidaya, terutama pengaturan jarak tanam. Ia menyarankan pola tanam kopi dengan jarak 2 x 3 meter agar tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup dan dapat berkembang secara optimal.
Selain penyaluran bibit, Pemkab Deiyai berencana meningkatkan kualitas hasil panen melalui pembangunan green house atau rumah pengering kopi. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk memperbaiki proses pascapanen, mengingat sebagian petani masih menggunakan metode tradisional dalam mengeringkan biji kopi.
“Kita akan berupaya membangun green house supaya hasil panen kopi bisa dikeringkan dengan baik dan menghasilkan kopi terbaik dari Kabupaten Deiyai. Kalau fasilitas ini sudah tersedia, semua petani bisa datang dan memanfaatkan tempat tersebut untuk mengeringkan hasil panen mereka,” ungkapnya.
Melkianus menambahkan, Pemkab Deiyai berharap dapat memiliki fasilitas pengeringan kopi seperti yang telah dikembangkan di Kabupaten Paniai. Dengan fasilitas tersebut, proses pascapanen di Deiyai diharapkan semakin baik sehingga mutu dan nilai jual kopi lokal dapat meningkat.
Melalui bantuan bibit dan rencana pembangunan fasilitas pengeringan, Pemkab Deiyai berharap petani semakin terdorong mengembangkan kebun produktif dan menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Pengembangan kopi, menurut pemerintah daerah, tidak hanya mencakup penanaman, tetapi juga pemeliharaan dan pengolahan pascapanen agar kualitas produk semakin baik dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi