Kebutuhan Darah Di Mimika Capai 6.000 Kantong Per Tahun, PMI Papua Desak Pemkab Bangun Unit Donor Darah

Kebutuhan Darah Di Mimika Capai 6.000 Kantong Per Tahun, PMI Papua Desak Pemkab Bangun Unit Donor Darah Sekretaris PMI Provinsi Papua, dr. Raflus Doranggi, M.H ketika ditemui di Hotel Grand Tembaga Timika, Minggu (28/6/2026)(Salampapua.com/Acik)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk segera membangun Unit Donor Darah (UDD) guna menjamin ketersediaan stok darah bagi masyarakat.

Keberadaan UDD dinilai menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingginya permintaan darah untuk pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), rumah sakit swasta, maupun fasilitas kesehatan lainnya di Kabupaten Mimika.

Sekretaris PMI Provinsi Papua, dr. Raflus Doranggi, M.H., menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Mimika di Hotel Grand Tembaga, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, berdasarkan standar World Health Organization (WHO), kebutuhan darah suatu daerah berkisar antara 1 hingga 2 persen dari jumlah penduduk setiap tahun. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Mimika saat ini, kebutuhan darah diperkirakan mencapai sekitar 3.000 hingga 6.000 kantong per tahun.

Namun, kata Raflus, kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi secara optimal karena Mimika hingga kini belum memiliki Unit Donor Darah yang memadai.

"Faktanya, PMI belum tentu bisa memenuhi kebutuhan persediaan darah secara optimal karena di Mimika belum ada Unit Donor Darah yang memadai. Karena itu kami berharap Pemkab Mimika dapat berinvestasi membangun unit donor darah," ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan UDD merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang memiliki dampak besar terhadap keselamatan masyarakat. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur fisik lainnya.

"Tidak bisa lagi hanya diserahkan kepada PMI dengan mengandalkan patungan sosial semata. Darah adalah kebutuhan vital untuk menyambung nyawa manusia. Karena itu harus ada Unit Donor Darah yang permanen dan dikelola dengan baik, baik di RSUD maupun fasilitas kesehatan lainnya," tegas Raflus.

Ia berharap pembangunan Unit Donor Darah dapat segera direalisasikan sehingga ketersediaan stok darah di Mimika menjadi lebih stabil. Dengan demikian, pelayanan bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah dapat dilakukan secara lebih cepat, aman, dan efektif.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi