RSUD Mimika Terima 5 Dokter Internship, Direktur Tekankan Komunikasi Efektif

RSUD Mimika Terima 5 Dokter Internship, Direktur Tekankan Komunikasi Efektif Foto bersama usai RSUD resmi menerima 5 dokter internship angkatan 2026, yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Edelweis RSUD, Kamis (2/7/2026) (salampapua.com/Evita)

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika resmi menerima 5 dokter internship angkatan 2026, yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Edelweis RSUD, Kamis (2/7/2026).

Direktur RSUD, dr. Faustina Helena Burdam menekankan pentingnya komunikasi efektif sebagai fondasi pelayanan berkualitas. Masa internship adalah tahapan penting untuk pemantapan ilmu sebelum para dokter muda diakui sebagai dokter umum yang dapat bertugas di seluruh Indonesia.

“Komunikasi ini harus dijaga agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik, komunikasi efektif harus ditekankan agar tidak terjadi kesalahpahaman, termasuk dalam interaksi dengan pasien,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama magang dokter diberikan hak dan kewajiban, termasuk biaya hidup yang ditanggung oleh Kementerian Kesehatan, dengan tambahan insentif Rp 3 Juta dari RSUD Mimika. Bahkan dokter disiapkan tempat tinggal selama masa penempatan.

“Internship bukan sekadar praktik, tetapi pemantapan ilmu sebelum memperoleh STR sebagai dokter umum. Maka itu kami harap dokter dapat aktif bertanya bila ada hal yang tidak dipahami,” harap dr. Faustina.

Sementara itu, Ketua Komite Medik RSUD Mimika, Bernadus Sugoro Dwi Saputro menegaskan bahwa masa internship bukan sekadar magang, melainkan tahap penerapan ilmu dan pengalaman nyata sebagai dokter. Ia menekankan bahwa menjadi dokter tidak hanya soal kemampuan medis, tetapi juga komunikasi dan perilaku profesional.

“Para dokter muda sudah lulus secara akademis, namun perlu mengasah penerapan klinis di lapangan. Jika menghadapi ketidaknyamanan, wajib dilaporkan kepada pembimbing agar dapat diselesaikan secara internal, jadi dokter harus menjaga sikap, tidak menyampaikan hal yang belum jelas ke media atau pihak luar,” tegasnya.

Dia juga meminta agar pengisian status pasien harus dilakukan sesuai SOP, dilaporkan ke DPJP (dokter penanggung jawab pasien). Internship ini menjadi wahana untuk mengasah kemampuan klinis dan pengambilan keputusan.

“Magang ini dokter harus menjaga etika komunikasi dengan keluarga pasien, di mana informasi harus disaring, disampaikan dengan jalur resmi melalui pembimbing,” jelas Dr. Bernadus.

Dokter Pendamping, dr. Sitti Maslina menyampaikan program internship dokter di RSUD Kabupaten Mimika tahun ini melibatkan 10 peserta yang dibagi dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama menjalani masa internship selama 6 bulan (25 Juni – 24 Desember 2026) dengan sistem rotasi dan evaluasi berkala.

“Dokter ini akan di rotasi dalam waktu 3 bulan, akan menjalani rotasi di berbagai unit pelayanan, kemudian evaluasi berkala akan dilakukan setiap 3 minggu dengan evaluasi pemantapan dan penilaian fasilitas serta kinerja. Saya ingatkan juga semua keputusan klinis tetap berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab pasien,” ungkapnya.

Dia berharap peserta dapat menjaga kolaborasi di IGD maupun bangsal perawatan, menjaga etika komunikasi dengan pasien dan rekan kerja, sehingga program internship menjadi wahana penerapan ilmu sebelum menjadi dokter umum penuh.

Untuk diketahui, dari lima dokter magang ini, 2 dokter berasal dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, 2 dokter berasal dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, dan 1 dokter dari Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya.

Penulis: Evita

Editor: Jimmy