SALAM PAPUA (TIMIKA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan keluarga tanggap kebakaran rumah tangga sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah dan menangani kebakaran sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bobaigo Keuskupan, Jumat (21/8/2026), tersebut diikuti 180 peserta dan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemkab Mimika, Fransiskus Bokeyau, didampingi Plt Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded.
Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Fransiskus Bokeyau, disampaikan bahwa kebakaran di kawasan permukiman masih sering terjadi akibat kelalaian atau kecerobohan masyarakat dalam menggunakan sumber api maupun peralatan listrik.
“Biasanya masyarakat meninggalkan peralatan rumah tangga beraliran listrik tetap menempel pada stop kontak,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi bahaya kebakaran di lingkungan rumah tangga. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui cara mencegah kebakaran, tetapi juga mampu melakukan penanganan awal sebelum petugas tiba di lokasi.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diberikan pemahaman mengenai fenomena kebakaran, analisis potensi bahaya, serta berbagai langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga.
Sementara itu, Plt Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded, mengatakan pelatihan secara khusus menyasar keluarga, termasuk ibu rumah tangga, karena mereka dinilai memiliki peran penting dalam mencegah dan menangani kebakaran yang terjadi di lingkungan tempat tinggal.
Menurutnya, ibu rumah tangga dapat menjadi garda terdepan ketika terjadi kebakaran dalam skala kecil, terutama yang dipicu oleh penggunaan kompor maupun tabung gas.
“Ini lanjutan dari program berkala yang menyasar sekolah hingga kelompok umum,” jelas Agustina.
Ia mengatakan, edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran tidak hanya dimiliki petugas, tetapi juga dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Mimika menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur, yakni BPBD, Emergency PT Freeport Indonesia, Satlantas Polres Mimika, serta Basarnas.
Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan memberikan pemahaman yang lebih lengkap kepada peserta, mulai dari pencegahan kebakaran, respons awal saat terjadi insiden, hingga aspek keselamatan dan evakuasi.
Agustina menambahkan, pelatihan keluarga tanggap kebakaran merupakan bagian dari program yang dilaksanakan secara berkala dan sejalan dengan prioritas nasional dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi bencana.
Dengan pelatihan tersebut, BPBD Mimika berharap 180 peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing, sehingga pengetahuan mengenai keselamatan penggunaan listrik, kompor, tabung gas, dan sumber api lainnya dapat diteruskan kepada anggota keluarga serta masyarakat sekitar.
Upaya tersebut diharapkan mampu menekan risiko kebakaran permukiman sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat melakukan penanganan awal secara tepat dan aman sebelum bantuan dari petugas tiba di lokasi.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi