SALAM PAPUA (JAYAPURA) – PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan pembekalan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kepada 1.035 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (UNCEN) Tahun 2026 sebelum mereka menjalankan pengabdian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, pada 19 Juli hingga 22 Agustus 2026.
Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, mengatakan pembekalan tersebut bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan menghadapi berbagai risiko yang berpotensi muncul selama pelaksanaan KKN.
Menurut Claus, materi keselamatan dan kesehatan menjadi sangat penting karena Kabupaten Kepulauan Yapen merupakan wilayah endemik malaria. Berdasarkan data tahun 2023, tercatat sebanyak 13.598 kasus malaria di wilayah tersebut, hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan Kota Jayapura.
Selain edukasi mengenai pencegahan malaria, mahasiswa juga memperoleh materi Manajemen Kedaruratan dan Pertolongan Pertama. Materi tersebut dirancang untuk memberikan pengetahuan dasar dalam merespons situasi darurat secara cepat dan tepat, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini serta pencegahan penyakit endemik.
"Pengembangan sumber daya manusia Papua merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Investasi terbaik adalah pendidikan untuk menciptakan tenaga kerja yang unggul. Melalui kolaborasi dengan Universitas Cenderawasih, kami ingin membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai keselamatan dan kesehatan agar mereka dapat menjalankan pengabdian dengan aman serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Claus.
Pembekalan sekaligus seremoni pelepasan mahasiswa berlangsung di Auditorium Universitas Cenderawasih, Abepura, pada Kamis (16/7). Dalam kegiatan tersebut, tim PTFI memberikan materi mengenai manajemen kedaruratan, pertolongan pertama, penyakit endemik, serta langkah-langkah pencegahannya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan KKN, PTFI juga menyerahkan perlengkapan bagi para mahasiswa yang akan menjalankan program pengabdian di 50 kampung di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Wakil Rektor II Universitas Cenderawasih, Dr. Ferdinan Risamasu, M.Sc., Agr., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara PTFI dan UNCEN dalam mendukung pelaksanaan KKN Tahun 2026.
"Kami ucapkan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia atas kolaborasi yang hebat ini. Universitas Cenderawasih sangat bersyukur karena kerja sama ini sangat penting dalam membina dan membekali mahasiswa agar pengabdian mereka benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Papua," katanya.
Program KKN Universitas Cenderawasih merupakan implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas lokal, penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah, serta berbagai program edukasi dan lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. (Sumber: Corcom PT Freeport Indonesia)
Editor: Sianturi