Dinkes Mimika Bekali Sanitarian Awasi Keamanan Pangan Siap Saji Suasana pelatihan pengawasan keamanan pangan siap saji berbasis risiko bagi Tenaga Sanitarian yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Jumat (14/8/2026)(SalamPapua.com/Evita)

Dinkes Mimika Bekali Sanitarian Awasi Keamanan Pangan Siap Saji

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika membekali tenaga sanitarian dengan pengetahuan dan keterampilan pengawasan keamanan pangan siap saji berbasis risiko. Pelatihan tersebut berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Timika.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs, mengatakan tenaga sanitarian memiliki peran penting dalam melindungi masyarakat dari berbagai faktor risiko lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan.

Menurutnya, sanitarian merupakan tenaga kesehatan lulusan bidang kesehatan lingkungan yang memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan, mulai dari air, udara, sampah, limbah hingga vektor penyakit.

“Semakin menjamurnya rumah makan, kedai, dan warung kaki lima di perkotaan maupun pemukiman membuat kami memandang penting pelatihan ini. Tenaga sanitasi harus mampu mengawasi dan membimbing pengelola makanan mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian,” ujar Godfried, Jumat (14/8/2026).

Ia menjelaskan, salah satu fokus pelatihan adalah meningkatkan kemampuan tenaga sanitarian dalam melakukan pengawasan terhadap bahan pangan guna mencegah penggunaan zat berbahaya, termasuk pewarna yang bukan diperuntukkan bagi pangan.

Selain itu, peserta dibekali kemampuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap keamanan pangan di rumah makan, kedai maupun warung yang menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat.

Menurut Godfried, pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap pelaku usaha makanan, tetapi juga perlu diimbangi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih, higienis dan aman.

Masyarakat diharapkan memahami cara pengolahan dan penyajian makanan yang benar sehingga dapat mengurangi risiko makanan terkontaminasi maupun penggunaan bahan yang berpotensi membahayakan kesehatan.

“Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengawasan pangan di Mimika, sekaligus mendukung upaya pencegahan penyakit akibat konsumsi makanan yang tidak aman,” pungkas Godfried.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi