SALAM PAPUA (TIMIKA) – Memastikan langsung kondisi keamanan pascapembakaran sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bertolak menuju Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, Jumat (14/8/2026).
Kapolda Papua Tengah tidak datang seorang diri. Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, serta Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak turut bertolak ke Kabupaten Puncak.
Kedatangan para pimpinan daerah tersebut dijadwalkan untuk melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda Kabupaten Puncak. Pertemuan tersebut akan membahas kondisi keamanan sekaligus langkah penanganan pascakericuhan yang terjadi di wilayah tersebut.
Setibanya di Ilaga, Kapolda Papua Tengah didampingi Kapolres Puncak AKBP Doningos De. F Ximenes langsung meninjau sejumlah kantor pemerintahan yang dibakar massa.
Jenderal bintang satu tersebut juga mengecek kesiapan personel sekaligus memberikan arahan terkait langkah pengamanan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.
Selain memastikan keamanan, Kapolda menegaskan komitmen kepolisian untuk mengusut kasus pembakaran sejumlah fasilitas pemerintahan tersebut. Polda Papua Tengah bersama Polres Puncak akan melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.
“Saat ini kami dari kepolisian telah mengambil langkah-langkah penegakan hukum dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah. Tim telah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi,” ungkap Kapolda.
Kapolda juga akan berkoordinasi dengan jajaran Polres Puncak untuk memperkuat pengamanan serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi susulan.
“Kami datang untuk memastikan situasi keamanan di Puncak tetap kondusif sekaligus memastikan kasus pembakaran ini diusut sesuai hukum yang berlaku. Setiap tindakan yang melanggar hukum akan diproses secara profesional dan proporsional,” tegasnya.
Di tengah proses penanganan tersebut, Kapolda mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Puncak agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi memperkeruh situasi dan memicu persoalan baru.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, jangan mudah terprovokasi. Percayakan penanganan persoalan ini kepada pemerintah dan kepolisian. Setiap informasi yang diterima hendaknya dicek kebenarannya terlebih dahulu agar tidak menimbulkan persoalan baru,” tegas Kapolda.
Kapolda turut mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan pemuda untuk bersama-sama menjaga kedamaian serta mencegah munculnya aksi susulan.
“Mari kita sama-sama menjaga Puncak tetap aman. Jangan sampai persoalan yang ada berkembang menjadi konflik baru. Mari selesaikan setiap persoalan melalui komunikasi dan jalur hukum, bukan dengan kekerasan,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi