BPBD Mimika Buka Pelayanan Air Bersih Gratis Di Pasar Lama Dan SP2 Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded (Salampapua.com/Evita)

BPBD Mimika Buka Pelayanan Air Bersih Gratis Di Pasar Lama Dan SP2

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika masih membuka pelayanan distribusi air bersih gratis bagi masyarakat melalui Pos Pemadam Kebakaran Pasar Lama dan Pos SP2, menyusul terhentinya pasokan air dari Mil 400 akibat kekeringan.

Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded, mengatakan pelayanan tersebut telah berjalan hampir satu minggu dan dibuka setiap Senin hingga Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIT.

“Akibat kekeringan dan berhentinya pasokan dari Mil 400, masyarakat saat ini dapat mengandalkan pos pelayanan air bersih di Pos Pemadam Kebakaran Pasar Lama dan Pos SP2,” kata Agustina, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, kondisi kekeringan menyebabkan sejumlah sumur warga mengering sehingga kebutuhan air bersih semakin mendesak. BPBD bersama pos pemadam kebakaran kemudian membuka layanan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci piring, dan mencuci pakaian.

Namun, air yang disalurkan melalui pos pelayanan tersebut tidak diperuntukkan untuk kebutuhan memasak.

“Untuk masak, masyarakat diimbau membeli air galon demi menjaga kesehatan,” ujarnya.

Agustina menjelaskan, warga yang membutuhkan air cukup datang langsung ke pos pelayanan dan akan dilayani petugas piket tanpa dipungut biaya. BPBD menyiapkan armada tangki dengan kapasitas 3.000 hingga 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang datang membawa ember maupun tandon untuk mendapatkan air bersih.

“Pelayanan ini mengandalkan satu armada, jadi apabila ada bencana kebakaran masih ada armada yang siap siaga. Sehingga pelayanan air bersih ini tidak mengganggu pelayanan siap siaga,” jelasnya.

Agustina menambahkan, pelayanan tersebut merupakan upaya BPBD Mimika untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah keterbatasan pasokan air akibat musim kemarau.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi