SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan, termasuk penanggulangan penyakit campak di tengah tingginya mobilitas penduduk.
Kepala Dinkes Mimika, Godfried Maturbongs, mengatakan Mimika memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga bagi daerah-daerah di Papua Tengah, Papua Selatan, maupun wilayah lainnya.
Menurutnya, posisi tersebut menjadikan Mimika sebagai salah satu titik pertemuan arus mobilitas masyarakat melalui jalur darat, udara, dan laut, termasuk dari luar Papua.
“Terletak di Provinsi Papua Tengah, posisi ini menjadikan Mimika sebagai titik pertemuan pergerakan penumpang melalui jalur darat, udara, maupun laut, termasuk arus masuk dari luar Papua,” ujarnya dalam pertemuan lintas sektor penanggulangan campak di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Rabu (23/9/2026).
Godfried menilai tingginya mobilitas penduduk dapat memengaruhi situasi kesehatan masyarakat, baik dalam penanganan penyakit yang telah ada maupun menghadapi risiko munculnya penyakit menular lainnya.
Karena itu, kata dia, Dinkes Mimika dituntut untuk meningkatkan kesiapsiagaan, pemantauan epidemiologis, serta respons terhadap potensi ancaman penyakit.
Ia juga menyebut pertumbuhan ekonomi Mimika yang didukung aktivitas sejumlah perusahaan besar turut meningkatkan kompleksitas dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Kesiapsiagaan yang matang, pemantauan epidemiologis yang ketat, serta kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama,” katanya.
Godfried berharap penguatan koordinasi lintas sektor dapat meningkatkan perlindungan masyarakat Mimika dari berbagai risiko penyakit menular, termasuk campak.
“Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, diharapkan masyarakat Mimika dapat terlindungi dari berbagai risiko penyakit menular, termasuk campak, sekaligus terjaga kesehatannya di tengah dinamika perkembangan wilayah,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi