SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika menggelar Rapat Paripurna II Masa Sidang III dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun Anggaran 2026.
Rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRK Mimika, Sabtu (26/9/2026), dipimpin Wakil Ketua I DPRK Mimika Asri Akas bersama Wakil Ketua III Ester Tsenawatme. Rapat tersebut dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Pj Sekda Abraham Kateyau, Plt Sekwan Sriyanti Ramping, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta 28 anggota DPRK Mimika.
Dalam pandangan umumnya, Fraksi Partai Golkar menekankan pentingnya kualitas belanja daerah dan keberpihakan anggaran terhadap pelayanan dasar serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pandangan Fraksi Golkar disampaikan Ketua Fraksi, Iwan Anwar, S.H., M.H. Ia menegaskan bahwa Perubahan APBD 2026 tidak sekadar menjadi penyesuaian angka pendapatan dan belanja, tetapi harus menjadi instrumen untuk memperbaiki kualitas kebijakan fiskal daerah.
Golkar menyoroti pentingnya memastikan alokasi anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi.
Fraksi Golkar juga meminta penjelasan pemerintah daerah mengenai strategi pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp584,5 miliar tanpa menambah beban masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah diminta memastikan program-program prioritas dapat dilaksanakan secara efektif dalam sisa tahun anggaran 2026.
Fraksi Golkar turut mengingatkan agar belanja daerah tidak hanya berorientasi pada tingkat penyerapan anggaran, tetapi harus mempertimbangkan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
“Keberhasilan APBD bukan diukur dari seberapa besar anggaran dibelanjakan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegas Fraksi Golkar dalam pandangan umumnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi