KONI Papua Tengah Kukuhkan Pengurus Tiga Cabor Jelang Pra-PON Dan PON 2027-2028 Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Papua Tengah saat dikukuhkan dan dilantik mewakili Ketua KONI Papua Tengah Yosua Tipagau di Restoran Jakarta, Karang Mulia, Nabire, Papua Tengah, Sabtu (26/9/2026)(Salampapua.com/Elias)

KONI Papua Tengah Kukuhkan Pengurus Tiga Cabor Jelang Pra-PON Dan PON 2027-2028

SALAM PAPUA (NABIRE) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah mengukuhkan dan melantik pengurus tiga cabang olahraga (cabor) tingkat provinsi sebagai bagian dari penataan organisasi menghadapi agenda Pra-PON dan PON 2027-2028.

Pengukuhan dan pelantikan tersebut berlangsung di Restoran Jakarta, Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (26/9/2026).

Tiga cabor yang dikukuhkan yakni Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PERSEROSI) yang diketuai Agus Tapani, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) yang diketuai Onis Gobai, serta Rugby Union yang diketuai Odizeus Beanal.

Ketua KONI Provinsi Papua Tengah Yosua Tipagau mengatakan, Papua Tengah sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) membutuhkan fondasi organisasi olahraga yang kuat. Menurutnya, sebelum KONI Papua Tengah dilantik secara definitif, telah dibentuk kepengurusan KONI pada masa Penjabat Gubernur untuk mempersiapkan keikutsertaan Papua Tengah dalam agenda olahraga nasional.

“Dengan berjalannya waktu, kita sudah punya gubernur definitif dan KONI kita dibentuk sekitar satu tahun yang lalu. Kami berpikir bahwa visi dan misi gubernur dan wakil gubernur salah satunya adalah meletakkan fondasi dasar untuk anak cucu di Provinsi Papua Tengah,” kata Yosua.

Ia menjelaskan, setelah dilantik, KONI Papua Tengah mulai melakukan pembenahan manajemen dan penataan organisasi, termasuk memastikan keberadaan serta kepengurusan cabor di tingkat provinsi.

Menurut Yosua, KONI merupakan organisasi induk olahraga, sehingga keberadaan cabor menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi KONI.

“Tanpa cabor tidak ada KONI. Jadi, kami sebagai organisasi induk bagaimana merapikan cabang olahraga yang ada. Pada tahap kedua ini, kami melantik tiga cabor yang sudah memiliki surat keputusan dari pusat berdasarkan rekomendasi KONI Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.

Yosua mengatakan, pengukuhan terhadap cabor akan dilakukan secara bertahap karena masih terdapat sejumlah cabor yang kepengurusannya belum lengkap maupun belum memperoleh SK dari organisasi pusat.

Ia menyebut terdapat tiga kategori cabor yang sedang ditata, yakni cabor yang telah memiliki SK berdasarkan rekomendasi KONI, cabor yang telah mendapat rekomendasi tetapi SK-nya masih dalam proses, serta cabor yang sudah ada dan dibutuhkan di Papua Tengah namun kepengurusannya belum terbentuk.

“Masih ada cabor-cabor yang akan terus kami lantik. Ke depan, kami berupaya supaya hal ini bisa diselesaikan sebelum masuk persiapan Pra-PON dan PON,” katanya.

Terkait persiapan menghadapi agenda nasional tersebut, Yosua menegaskan perlunya koordinasi antara KONI, cabor, pemerintah, pihak swasta, dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, KONI tidak memiliki atlet secara langsung karena pembinaan atlet berada di masing-masing cabor. Karena itu, pengurus cabor diminta segera melakukan konsolidasi hingga tingkat kabupaten.

“KONI ini tidak punya atlet. Atlet ada di cabang olahraga masing-masing. Jadi nama baik daerah dan harga diri kita yang dibawa ke tingkat nasional maupun internasional ada di tangan cabang olahraga,” ujarnya.

Ia juga meminta pengurus tiga cabor yang baru dilantik segera menyusun program kerja serta mempersiapkan atlet untuk menghadapi Pra-PON dan PON.

“Segera laksanakan konsolidasi dan persiapan perencanaan menghadapi PON dan Pra-PON ke depan. Itu tugas kita bersama,” pungkasnya.

Yosua menambahkan, seluruh pengurus KONI dan cabor di Papua Tengah merupakan bagian dari perintis pembangunan olahraga di provinsi tersebut.

“Kita semua adalah perintis, bukan pewaris. Jadi bagaimana kita duduk sama-sama untuk bekerja sama menciptakan atlet-atlet yang berprestasi dari Papua Tengah,” katanya.

Penulis: Elias

Editor: Sianturi