IFRC Ke-8 2026 Ditutup, Basarnas: Keberhasilan Bukan Tentang Siapa Yang Menjadi Juara Penutupan IFRC ke-8 Tahun 2026 oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., CHRMP, Bupati Mimika, Johannes Rettob, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas dan jajaran di Mimika Sport Complex, Timika, Sabtu (31/10/2026) malam(Salampapua.com/Evita)

IFRC Ke-8 2026 Ditutup, Basarnas: Keberhasilan Bukan Tentang Siapa Yang Menjadi Juara

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa keberhasilan Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 Tahun 2026 bukan diukur dari siapa yang menjadi juara, melainkan dari kesiapan setiap personel dalam menyelamatkan jiwa ketika keadaan darurat terjadi.

Penegasan tersebut disampaikan Mohammad Syafii dalam acara Closing Ceremony and Awarding Night IFRC ke-8 Tahun 2026 di Mimika Sport Complex, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (31/10/2026) malam.

Kompetisi yang diikuti 16 perusahaan dari berbagai sektor industri dan pertambangan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, serta membangun budaya keselamatan di Indonesia.

Mohammad Syafii mengatakan, IFRC memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel fire and rescue menghadapi berbagai kondisi darurat. Kompetisi tersebut bukan sekadar ajang adu kemampuan, melainkan sarana membangun kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang penyelamatan.

"Keberhasilan kita bukan tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang seberapa siap kita menyelamatkan jiwa ketika pertolongan dibutuhkan, karena setiap jiwa yang kita selamatkan adalah investasi yang tak ternilai bagi bangsa dan negara," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kapasitas tanggap darurat serta menanamkan edukasi keselamatan sejak usia dini sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia (PTFI), Pertapindo, panitia, dan seluruh peserta yang telah menyukseskan penyelenggaraan IFRC ke-8 di Kabupaten Mimika.

Menurut Johannes, kegiatan berskala nasional tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas personel penyelamatan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

"Kita tidak bisa jalan sendiri, pasti kita harus berkolaborasi dan berkoordinasi sehingga semua ini bisa terjadi dengan baik," ujar Johannes.

Ia menambahkan, kehadiran ratusan peserta dan tamu dari berbagai daerah turut memberikan kontribusi bagi perekonomian lokal, khususnya sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menegaskan bahwa semangat utama IFRC adalah belajar dan bertumbuh bersama, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

"Kompetisi ini bukan untuk mencari siapa yang lebih hebat, tetapi untuk saling belajar satu sama lain, belajar dari kehebatan teman-teman lainnya dan belajar dari ketangguhan perusahaan lainnya," katanya.

Tony juga menekankan bahwa seluruh peserta pada dasarnya merupakan pemenang karena memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan setiap pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat setelah menjalankan tugasnya.

Menutup sambutannya, Tony mengajak seluruh anggota fire and rescue di Indonesia untuk terus menggaungkan dan memperkuat budaya keselamatan.

"Dari Tanah Papua kita berkarya untuk keselamatan pertambangan Indonesia," pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan IFRC ke-8 Tahun 2026, para peserta diharapkan dapat membawa pulang pengalaman, pengetahuan, dan semangat kolaborasi untuk diterapkan di lingkungan kerja maupun masyarakat demi memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di Indonesia.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi