Polisi Redam Bentrok Dua Kelompok Warga Di Nawaripi, Satu Orang Terluka Kapolres Mimika, AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak, saat mendatangi rumah warga yang terlibat aksi saling serang di Nawaripi, Kamis (1/10/2026) malam (Salampapua.com/Dokumen Humas Polres Mimika)

Polisi Redam Bentrok Dua Kelompok Warga Di Nawaripi, Satu Orang Terluka

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Aparat gabungan Polres Mimika dan Brimob Batalyon B berhasil meredam aksi saling serang antara warga Gang Gaharu dan Gang Masbait di Jalan Nawaripi, Distrik Mimika Baru, Kamis (1/10/2026) malam. Insiden tersebut mengakibatkan satu warga mengalami luka-luka.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Amir Rado, membenarkan adanya aksi saling serang yang mengganggu ketertiban masyarakat tersebut. Keributan diduga dipicu oleh persoalan kebisingan saat berlangsungnya pesta pernikahan yang lokasinya berdekatan dengan rumah duka.

"Ketegangan bermula ketika ada kegiatan pesta pernikahan yang berlokasi berdekatan dengan rumah duka. Pihak keluarga yang sedang berduka menegur penyelenggara pesta agar mengecilkan volume musik sebagai bentuk penghormatan terhadap jenazah. Sayangnya, teguran tersebut tidak diterima dengan baik dan justru memicu emosi antarwarga hingga berkembang menjadi aksi saling serang," ujar Iptu Amir Rado, Jumat (2/10/2026).

Merespons kejadian tersebut, tim gabungan yang dipimpin langsung Kapolres Mimika, AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak, didampingi Wakapolres Mimika, Kompol J. Limbong, segera mendatangi lokasi untuk mengendalikan situasi.

Menurut Iptu Amir, Kapolres mengambil pendekatan persuasif dengan mendatangi kedua kelompok warga yang bertikai guna meredakan ketegangan dan mencegah konflik meluas.

Kapolres meminta warga Gang Gaharu tidak terprovokasi untuk melakukan serangan balasan terhadap warga Gang Masbait. Imbauan serupa juga disampaikan kepada warga Gang Masbait agar menyerahkan penanganan persoalan tersebut kepada kepolisian.

Selain itu, Kapolres bersama tim menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang sedang berduka dan meminta agar proses pemakaman dapat berlangsung dengan tenang. Untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan, aparat juga menghentikan kegiatan pesta pernikahan di lokasi tersebut.

Dalam insiden itu, seorang pria berinisial M (21), warga Jalan Nawaripi Gang Masbait, mengalami luka pada tulang kering kaki kiri akibat terkena lemparan batu.

"Korban telah mendapatkan penanganan medis," katanya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi