SEORANG MAHASISWA DI TIMIKA DITEMUKAN GANTUNG DIRI, SEBULAN LALU KAKAKNYA JUGA MENINGGAL KARENA GANTUNG DIRI

SEORANG MAHASISWA DI TIMIKA DITEMUKAN GANTUNG DIRI, SEBULAN LALU KAKAKNYA JUGA MENINGGAL KARENA GANTUNG DIRI Polisi saat merespon di TKP (Foto:Istimewa)

SALAM PAPUA (TIMIKA) MG (21) yang masih berstatus sebagai Mahasiswa di salah satu Universitas di Timika ditemukan meninggal dunia gantung diri di dalam rumah kosong, tepatnya di area belakang gereja Jemaat Sion, Lorong Gaharu, Jalan Yos Sudarso, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, sekira pukul 08.30 WIT, Jumat (2/6/2023).

Kasie Humas Polres Mimika, Ipda Hempy Ona saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa korban ditemukan oleh tiga orang saksi yang hendak memeriksa jerat tikus di TKP. Korban ditemukan dalam kondisi menggantung diri menggunakan seutas tali di bagian leher hingga lidahnya menjulur keluar. Para saksipun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Mimika.

Dijelaskan, tidak selang beberapa menit usai menerima laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Mimika Baru di Pimpin Kanit Reskrim, Iptu Yusran dan Pawas Ipda I Made bersama Satuan Intelkam dan Unit Printis langsung merespon ke TKP.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Tim kita sudah respon di TKP. Jenazah langsung dievakuasi ke RSUD, ungkap Ipda Hempy.

Adapun keterangan dari keluarga korban bahwa sebelumnya pada malam karena Timika diguyur hujan deras, sehingga korban bersama orang tuanya hanya beraktivitas di dalam rumah mereka di Arena Lama, Jalan Irigasi Timika. Korban dan keluarganya pun disebutkan tidak memiliki masalah yang akhirnya korban memutuskan untuk bunuh diri.

Sebelum ditemukan gantung diri, sekitar pukul 07.00 WIT, korban disebutkan sempat mengantar ayah korban menuju gorong-gorong. Namun ayah korban terkejut setelah mendengar kabar bahwa anaknya tersebut meninggal dunia dalam keadaan gantung diri.

Adapun saksi lain yang merupakan sahabat korban memberikan keterangan lain, yang mana korban sempat kepada saksi terkait perkuliahannya. Disampaikan bahwa korban yang saat ini sementara kuliah di salah satu kampus di Timika diarahkan ayahnya untuk melanjutkan kuliah di luar Papua.  Namun korban keberatan atas keinginan ayahnya tersebut, dengan alasan tidak ingin jauh dari Ibu korban karena ayah korban bekerja di Tembagapura sehingga tidak ada yang menjaga ibu korban.

Saksi mengaku korban merupakan Majelis (gereja) yang baik dan anak yang pendiam, sehingga saksi yang merupakan teman majelis korban sangat kaget korban berani melakukan aksi gantung diri. Saksi juga menuturkan bahwa kakak kandung juga meninggal dunia sebulan sebelumnya lantaran gantung diri, ujar Ipda Hempy.

Wartawan : Acik

Editor : Jimmy