SALAM PAPUA (TIMIKA) - Dalam Forum Group Discussion (FGD) terkait pengangkutan dan pemanfaatan limbah tailing PT Freeport Indonesia (PTFI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menegaskan pentingnya review masterplan yang berorientasi pada masyarakat sebagai subjek utama pembangunan.
FGD ini melibatkan akademisi dari Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura dan dibuka langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Mimika, Abraham Kateyau, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Jumat (3/7/2026).
Abraham menyampaikan, kepentingan masyarakat lokal dan masyarakat adat harus menjadi prioritas dalam penyempurnaan masterplan. Pemanfaatan tailing harus diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah, membuka peluang ekonomi, dan memberi manfaat yang adil.
“Aspek sosial budaya tidak boleh sekadar pelengkap, melainkan bagian utama dalam perumusan kebijakan pemanfaatan tailing, dan sinergi OPD diperlukan agar rekomendasi FGD dapat ditindaklanjuti dalam program, regulasi, maupun kerja sama lintas sektor,” ujarnya.
Dia berharap, dengan kolaborasi antara Pemkab Mimika, PTFI, akademisi, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, arah pengelolaan tailing dapat dirumuskan lebih baik.
Sementara itu, Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, Darius Sabon Rain mengatakan, FGD ini terkait review Masterplan Pengelolaan dan Pemanfaatan Tailing PTFI, dengan fokus pada aspek sosial budaya.
FGD ini diselenggarakan oleh BRIDA Mimika bekerja sama dengan Pusat Kajian dan Pengembangan Manajemen Perusahaan dan Sektor Publik FEB Uncen. Masterplan pengelolaan tailing disusun sejak 2022, namun perlu review karena perkembangan terbaru belum tercermin.
“Tujuan FGD ini menghimpun pandangan dari OPD, PTFI, akademisi, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lain. Kami memastikan kebijakan berbasis data dan riset, serta berpihak pada masyarakat Mimika,” ucapnya.
FGD diharapkan menghasilkan, masukan konstruktif dan objektif, rekomendasi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti dan perlindungan nilai budaya lokal, pemberdayaan masyarakat, serta manfaat nyata bagi warga Mimika.
Sedangkan Ketua Tim peneliti dari Uncen, Quenzy Fransiska mengatakan, Tim Kajian Universitas Cenderawasih bekerja sama dengan BRIDA Mimika melaksanakan penelitian terkait skema pengangkutan dan pemanfaatan limbah tailing PT Freeport Indonesia. Fokus kajiannya yakni menilai rencana pengangkutan dan pemanfaatan tailing dari kawasan ModADA menuju PAD XI/Ayuka-Tipuka.
“Kajian menekankan perlindungan hak ulayat, relasi antarmarga, aktivitas ekonomi lokal, dan ruang hidup masyarakat adat, penerimaan sosial menjadi faktor kunci agar kebijakan tidak menimbulkan resistensi dan informasi terkait rute, volume, jadwal, risiko, manfaat, protokol keselamatan, mekanisme keluhan, dan pengawasan harus disampaikan secara terbuka,” ucapnya.
FGD difokuskan untuk menggali pemahaman masyarakat, memetakan risiko sosial budaya, menilai penerimaan sosial, serta merumuskan mekanisme penyelesaian perselisihan.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy