SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Pendidikan (Disdik) bekerja sama dengan Divisi Government Relations (Govrel) PT Freeport Indonesia (PTFI siap untuk membangun kembali gedung Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura. Gedung sekolah satu atap tersebut pernah dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada tahun 2018 silam.
Sekretaris Disdik Mimika, Petrus Cahyono Balubun mengungkapkan bahwa pihaknya bersama manajemen Govrel PTFI dan Kepala Distrik Tembagapura telah melakukan survei langsung ke lokasi bekas gedung sekolah yang hangus terbakar.
"Kemarin kami ke Waa Banti untuk melihat lokasi sekolah yang dulu dibakar," kata Petrus, Jumat (3/7/2026).
Namun dalam proses persiapan pembangunan, muncul aspirasi dari sebagian tokoh masyarakat setempat yang menolak pembangunan di lokasi lama. Mereka mengusulkan agar gedung sekolah baru dibangun di Kampung Opitawak atau area Banti 2.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Distrik Tembagapura dijadwalkan segera menggelar musyawarah dengan warga untuk menentukan titik lokasi pembangunan yang paling tepat.
"Kemungkinan hari ini Pemerintah Distrik akan lakukan pertemuan dengan masyarakat untuk menentukan lokasi pembangunan gedung sekolah yang baru. Namun pada prinsipnya Pemkab dan PTFI siap membangun," jelasnya.
Selain meninjau lokasi sekolah, Disdik juga memeriksa kondisi bangunan rumah dinas guru. Saat ini bangunan khusus tenaga pengajar masih ditempati oleh tenaga kesehatan (Nakes). Manajemen Govrel PTFI berkomitmen untuk merehabilitasi dua unit bangunan agar dapat segera ditempati oleh para guru yang akan ditugaskan di wilayah tersebut.
Petrus menegaskan bahwa penempatan tenaga pendidik akan didahulukan sebelum konstruksi gedung baru dimulai.
"Beberapa hari ke depan kami akan mengirim beberapa guru ke Waa Banti. Intinya, para guru harus sudah ada di lokasi sebelum gedung baru dibangun. Rencananya kami akan mengirimkan lima orang guru, Kepala Sekolah TK, dan Kepala SD," ujarnya.
Pembangunan kembali fasilitas pendidikan ini merupakan upaya konkret Pemkab Mimika dan PTFI dalam menjamin hak pendidikan dan masa depan anak-anak di Waa Banti serta sekitarnya sebagai generasi penerus bangsa.
Petrus juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Polres Mimika, khususnya Polsek Tembagapura, yang selama ini telah memfasilitasi kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak di wilayah konflik.
"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi Kapolsek Tembagapura yang selama ini membantu Disdik dalam mencerdaskan anak bangsa. Selama ini, sekolah yang difasilitasi di lingkungan Polsek kebanyakan diikuti oleh anak-anak dari Kampung Kimbeli," pungkasnya.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy