Dalami Kasus Pembunuhan Misterius Berantai, Polisi Terkendala Minimnya Saksi

Dalami Kasus Pembunuhan Misterius Berantai, Polisi Terkendala Minimnya Saksi Kasatreskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq (Salampapua.com/Acik)

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Kepolisian terus dalami penyelidikan kasus pembunuhan berantai, yang menewaskan tiga orang warga Timika di tiga TKP berbeda. Kasatreskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq menyatakan, bahwa dugaannya tiga korban tersebut merupakan korban pembunuhan. Namun, minimnya saksi di TKP, menjadi kendala dalam proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

"Kronologis semuanya bermula dari temuan masyarakat, tapi kendala kami sampai saat ini ialah minimnya saksi," ungkap AKP Fajar, Jumat (20/12/2024).

Meski demikian, pihaknya terus melakukan penyelidikan, sehingga diharapkan dukungan dari masyarakat agar semuanya bisa terungkap.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, tanggal 18 Desember 2024, warga Timika heboh dengan ditemukannya jenazah tukang ojek yang tergelatak di pinggir jalan, tepatnya di Mile 23, Distrik Kuala Kencana.

Kemudian, tanggal 19 Desember saat subuh, warga Timika juga geger setalah ditemukannya satu jenazah lainnya di tengah jalan, tepatnya lorong masuk dekat jembatan Waker tembusan SP2-SP5. Setalah dua jenazah tersebut dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Mimika, lagi-lagi warga Timika dikejutkan dengan ditemukannya satu jenazah lain yang diduga dibuang OTK ke dalam kolam bekas galian C, yang berlokasi di seberang kali di area belakang tidak jauh dari Venue Aero Modeling, SP 5.

Temuan tiga jenazah korban pembunuhan misterius ini menurutnya, merupakan pidana murni yang dilakukan orang tidak dikenal (OTK). Dengan demikian, diharapkan agar tidak menggiring isu yang kemudian memperkeruh dan menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

"Kami harapkan masyarakat tidak terpancing dan tidak percaya dengan isu-isu, yang kaitkan temuan tiga jenazah itu dengan persoalan Pilkada atau Ras," pesan Fajar.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi