Karantina Papua Tengah Gelar Coffee Night Bersama Wartawan Timika

Karantina Papua Tengah Gelar Coffee Night Bersama Wartawan Timika Foto bersama usai Coffee Night Karantina Papua Tengah dengan Wartawan Timika, yang dilaksanakan di salah satu Cafe di Jalan Yos Sudarso, Sabtu (21/12/2024) malam (Dokumen Karantina)

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah (Karantina Papua Tengah) menggelar coffe night bersama wartawan Timika, yang dilaksanakan di salah satu cafe di Jalan Yos Sudarso, Sabtu (21/12/2024) malam.

Kepala Karantina Papua Tengah, Ferdi menegaskan, pertemuan bersama wartawan Timika dilakukan untuk menjalin silaturahmi. Mengingat peran media massa dalam pemberitaan Perkarantinaan sangatlah penting.

Kita ketemu kali ini agar kita saling kenal, dan juga kami Karantina sangat terbantu atas pemberitaan yang dilakukan oleh teman-teman wartawan di Timika, ujar Ferdi.

Ferdi menjelaskan, pertemuan kali ini Karantina ingin membahas terkait wabah demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) yang sedang melanda di beberapa wilayah Papua.

Di mana melalui pertemuan ini, media dapat memberitakan atau menyampaikan kepada masyarakat Mimika, untuk tidak lagi melalulintaskan semua makanan dari olahan daging babi masuk Timika ataupun keluar Timika.

Kami sudah sangat memperketat penjagaan di bandara maupun pelabuhan. Namun saya berharap dengan pertemuan ini media bisa menyampaikan kepada masyarakat, untuk stop membawa masuk dan keluar Mimika, semua makanan olahan daging babi, jelasnya.

Menurutnya, untuk daging babi di Timika sudah melalui proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika. Maka dari itu, pihaknya berharap tidak ada lagi pengiriman daging babi dari luar Timika.

Antisipasi yang dilakukan Pemkab Mimika sudah sangat baik, namun kami harap jangan ada lagi masyarakat yang datang dari luar membawa virus ASF ini, sebab penularan virus ini sangat cepat terjadi dan sangat merugikan, jelasnya.

Lanjut Ferdi menegaskan, apabila masyarakat menemukan babi yang sakit segera melaporkan ke Disnakkeswan, atau segera lakukan penguburan meskipun babi masih hidup. Kemudian lakukan penyemprotan disinfektan di sekitar kendang, dan bersihkan diri sebelum melakukan aktivitas lainnya.

Penguburan sangat efektif dilakukan, kita juga berharap masyarakat bisa melaporkan apabila melihat adanya pengiriman bahan olahan daging babi, sehingga nantinya Karantina akan melakukan pengecekan lebih lanjut, ungkapnya.

Ferdi menambahkan, pelaporan bisa dilakukan langsung ke Kantor Karantina, ataupun melaporkan kepada Tim Satgas penanggulangan ASF Kabupaten Mimika dengan menghubungi nomor +62 8114 900 940.

Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga tersebarnya virus ASF, kita harap Mimika pulih dari wabah ini, tutupnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi