Laka Tunggal Akibat Kecepatan Tinggi Tewaskan Seorang Pria

Laka Tunggal Akibat Kecepatan Tinggi Tewaskan Seorang Pria Ilustrasi korban kecelakaan

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Seorang pria berinisial IJ (30) tewas, akibat laka tunggal di Jalan Hasanuddin, tepatnya depan usaha cetak batako Heny, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru.

Kasatlantas Polres Mimika, AKP Boby Pratama sampaikan, bahwa saat kejadian IJ melaju kencang mengendarai sepeda motor Yamaha Lexi dari arah Timika Mall menuju Irigasi. Namun karena kehilangan kendali, sepeda motornya lari keluar badan jalan dan menabrak jembatan kayu hingga terjatuh ke dalam parit. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat, akibat luka benturan di bagian kepala.

"Itu kejadian sekitar pukul 22.00 WIT, tanggal 11 Desember. Sepeda motor korban ini tanpa nomor polisi dan tidak kenakan helm. Korban kehilangan kendali dan tabrak jembatan kayu penyeberangan dan jatuh ke parit, yang dengan kondisi digenangi air," kata AKP Boby.

Meski telah meninggal dunia di tempat kejadian, korban sempat dilarikan ke RSMM Caritas. Dari tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda usai mengkonsumsi minuman beralkohol, sehingga faktor utamanya akibat mengendarai sepeda motor dalam kecepatan tinggi.

"Dari tubuh korban tidak tercium aroma miras. Yang jelas itu akibat lari dengan kecepatan tinggi, ditambah lagi tidak mengenakan helm, makanya bagian kepalanya tidak ada pelindung," ujarnya.

Insiden ini menurutnya, menambah dua korban jiwa akibat kecelakaan di Timika yang terjadi dua hari berturut-turut. Dimana, sebelumnya, tanggal 10 Desember juga terjadi kecelakaan di sekitar Bundaran Petrosea dan menewaskan seorang pelajar berusia 13 tahun.

Dua peristiwa ini harusnya menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat Mimika. Karena itu, diharapkan agar seluruh masyarakat tetap mentaati aturan berkendara, dengan tetap mengenakan helm dan mengatur kecepatan.

"Kalau bukan diri sendiri yang menjaga keselamatan diri, lalu siapa lagi? Helm itu sangat penting untuk keselamatan diri dan penumpang," pesannya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi