Lakukan Kunker, Wakil Ketua DPD RI Minta PTFI Tingkatkan Komunikasi Terkait Dampak Tambang

Lakukan Kunker, Wakil Ketua DPD RI Minta PTFI Tingkatkan Komunikasi Terkait Dampak Tambang Suasana pertemuan DPD RI, DPR Provinsi, DPR Kabupaten, Pemkab Mimika bersama PTFI, yang dilaksanakan di hotel Rimba Papua, Kamis (19/12/2024) (Salampapua.com/Evita)

SALAM PAPUA (TIMIKA) Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke area PT Freeport Indonesia (PTFI). Yorrys minta PTFI agar tingkatkan komunikasi bersama semua stakeholder terkait dampak aktivitas tambang.

Kunker ini dilakukan Yorrys pada Rabu, 18 Desember 2024, dengan meninjau beberapa fasilitas strategis PTFI. Antara lain: Mile 21 area Reklamasi PTFI, tanggul barat, water treatment plant Kuala Kencana, Mimika Sport Complex (MSC), Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), Koperasi Maria Bintang Laut dan Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP).

Setelah Kunker, Yorrys melakukan pertemuan tatap muka dengan didampingi oleh anggota DPR Papua Tengah yakni, Nancy Raweyai, Aloisius Paerong, Ardi, Araminus Omaleng, dan Peter Worabay, serta Plt. Kepala Disnakertrans dan ESDM Provinsi Papua Tengah, Gunawan Iskandar.

Kemudian didampingi juga DPRD Mimika, yakni Aser Gobai, sementara perwakilan Pemda Mimika diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Inosensius Yoga Pribadi.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Executive Vice President-Development and Director PTFI, Jenpino Ngabdi dan Direktur & EVP Claus Wamafma, beserta jajaran eksekutif lainnya yang dilaksanakan di Rimba Papua Hotel, Kamis (19/12/2024).

Yorrys Raweyai mengapresiasi pengelolaan operasional PTFI. Di mana fasilitas yang dibangun PTFI sudah sangat menunjukkan komitmen perusahaan terhadap masyarakat lokal di Mimika.

Dari hasil Kunker yang telah saya lakukan, memang fasilitas yang dibangun PTFI seperti layanan kesehatan, pendidikan bahkan sosial sudah sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat lokal, ujarnya.

Namun ia meminta kepada PTFI, untuk tetap melakukan komunikasi yang lebih intens kepada Pemkab Mimika, DPR bahkan masyarakat terkait dengan dampak dari kegiatan pertambangan yang dilakukan PTFI.

Komunikasi ini sangat penting, bahkan dampak dari pertambangan harus benar-benar dikomunikasikan, baik kepada eksekutif, legislatif dari provinsi maupun kabupaten. Dan jangan lupa dari masyarakat karena mereka yang merasakan dampak dari tailing ini, tegas Yorrys.

Yorrys juga mengapresiasi hasil pendidikan yang luar biasa milik PTFI melalui program Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) tersebut, yang menjadi satu-satunya program di Indonesia dengan fokus langsung pada masyarakat lokal.

Memang SATP sudah sangat bagus, namun PTFI perlu berupaya untuk menjangkau semua anak-anak di wilayah sekitar kerjanya dalam meningkatkan pendidikan, jelasnya.

Sama halnya dengan RSMM, Yorrys berharap dapat menjangkau semua masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis tersebut. Hal ini dinilai penting untuk memastikan, bahwa masyarakat sekitar tanpa terkecuali, mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai sesuai dengan kebutuhan mereka.

Untuk fasilitas air dari PTFI pun saya harap Pemkab Mimika bisa memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik, sehingga memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara lebih merata, harapnya.

Sementara itu, Jenpino Ngabdi dengan tegas mengatakan, PTFI memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah terkhusus wilayah Mimika, yang terdampak operasional kerja tambang.

Perlu kami sampaikan bahwa PTFI berkomitmen tinggi untuk menyejahterakan masyarakat Papua Tengah khususnya masyakat di Mimika, yang terdampak dan terpengaruh dari kegiatan pertambangan PTFI dan komitmen ini akan terus berlanjut selama PTFI beroperasi, pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi