Pemilik Petakan Terbakar Di Jalan Cenderawasih Kehilangan Rp 203 Juta
Hj Nurhayati, pemilik petakan permanen yang terbakar di jalan Cenderawasih (Salampapua.com/Acik)
SALAM PAPUA (TIMIKA) - Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, nasib nahas dialami Hj Nurhayati, yang merupakan pemilik bangunan empat petakan yang hangus terbakar sekira pukul 09.27 WIT di Jalan Cenderawasih, Timika tepatnya samping Hotel Noken, Minggu (8/12/2024).
Hj Nurhayati kehilangan uang cash senilai Rp 203.000.000, yang menurutnya diambil oleh salah seorang oknum warga, yang masuk bersama beberapa warga lainnya, saat berupaya menyelamatkan dirinya.
"Uang cash itu ada di dalam tas, dan saya simpan di kamar. Waktu kebakaran terjadi, saya baru selesai mandi, tetapi saya berusaha cepat-cepat kenakan pakaian. Tidak seleng beberapa lama tiba-tiba sudah ada beberapa warga yang masuk dan berusaha tarik saya keluar, dan mereka masuk ke kamar saya. Saya yakin uang cash itu diambil oknum, karena ada beberapa barang yang diletakkan dekat tas berisi uang itu tidak terbakar," ungkapnya kepada Salampapua.com.
Uang yang raib itu senilai sambungnya, merupakan hasil tabung (celengan) selama dua tahun dan telah dibongkarnya beberapa waktu lalu. Ditambah uang bayaran sewa petakan showroom senilai Rp 70.000.000 yang baru diterimanya dua hari lalu.
"Uang bayar kontrakan Rp 70.000.000 yang baru dibayar dua hari lalu dari pengusaha showroom. Hasil bongkar celengan Rp 123.000.000. Rencananya uang cash itu akan saya setor ke bank tanggal 9 Desember, tapi semuanya raib," ucapnya.
Bukan hanya itu menurutnya, juga agar uang hasil kios telah dihitung dan dikemas senilai Rp 18.700.000.
"Kerugian sangat banyak. Kemarin saja saya selesai belanja barang kios kios Rp 14.000.000. Belum lagi kalau kalkulasi semua jenis barang kios dan fasilitas lainnya seperti kulkas dan cool box," katanya.
Meski demikian, Hj Nurhayati mengaku, tetap bersyukur dan mengikhlaskan peristiwa yang menimpanya.
"Harta masih bisa dicari, tapi yang paling disyukuri, Allah menyelamatkan semua orang-orang di dalam petakan," tutupnya ikhlas.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi