Cegah Kekerasan Terhadap Anak, DP3AP2KB Mimika Gandeng PBM GKI Gelar Koordinasi Di Kampung Minabua

Cegah Kekerasan Terhadap Anak, DP3AP2KB Mimika Gandeng PBM GKI Gelar Koordinasi Di Kampung Minabua Foto bersama sebelum memulai kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Kewenangan Kabupaten Kota, di Balai Kampung Minabua, Distrik Mimika Baru, Selasa (19/5/2026) (salampapua.com/Acik)

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika konsen melakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggandeng Pusat Bantuan Mediasi (PBM) GKI serta menggelar Koordinasi dan Sinkronisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Kewenangan Kabupaten Kota di Kampung Minabua, Distrik Mimika Baru, Selasa (19/5/2026).

Kepala Dinas DP3AP2KB Mimika, Johana Anatje Belandina Arwam mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan bidang PPA terkait kekerasan terhadap anak dengan sasaran bukan hanya kepada seluruh warga, karena kekerasan terhadap anak bukan hanya terjadi di dalam rumah tangga tetapi juga terjadi di lingkungan sekolah dan tempat tinggal.

Kegiatan ini bukan hanya dihadiri oleh kaum perempuan, tapi juga laki-laki, karena banyak juga laki-laki yang merasa mendapat kekerasan yang dilakukan di dalam rumah tangga atau lingkup keluarga.

"Tapi yang difokuskan dalam kegiatan ini ialah bagaimana upaya mencegah kekerasan terhadap anak, karena apa pun masalah dan terjadi di mana pun, pastinya anak-anak yang menjadi korban, baik secara psikis bahkan fisik," pungkas Johana usai membuka kegiatan di Balai Kampung Minabua, Selasa (19/5/2026).

Dalam upaya ini, sambungnya, DP3AP2KB tidak bergerak sendiri, namun berkolaborasi dengan seluruh stakeholder termasuk semua orang tua.

Khusus di kegiatan ini, DP3AP2KB menggandeng PBM GKI untuk menyampaikan materi tentang mengasuh dan mendidik anak, serta menyelesaikan masalah anak tanpa kekerasan.

"Dalam upaya pencegahan kekerasan anak ini, kami tidak bisa jalan sendiri, makanya kami butuh kerja sama seluruh stakeholder. Itulah hari ini kami laksanakan di kampung Minabua, supaya masyarakat Minabua bisa mengetahui bahaya dan cara menyelesaikan perjalanan anak tanpa kekerasan" ujarnya.

Kegiatan ini akan berlanjut ke wilayah Distrik Wania, yaitu di Kampung Wonosari Jaya.

"Besok kami akan laksanakan kegiatan ini di kampung Wonosari Jaya, Distrik Wania," katanya.

Sementara itu, Direktur PBM GKI, Pdt. Jake Merril Ibo selaku pemateri menyampaikan apresiasi kepada Dinas DP3AP2KB yang terus berupaya melakukan pencegahan dengan memberi edukasi kepada masyarakat.

"Saya mengapresiasi upaya DP3AP2KB, karena dengan kegiatan seperti ini, kita bisa bertemu langsung masyarakat dan memperkenalkan bahwa melakukan kekerasan terhadap anak ada konsekuensi hukum, juga ada dampak berkepanjangan bagi anak-anak sebagai generasi penerus," ucap Pdt. Jake.

Kekerasan terhadap anak, menurutnya tidak harus selalu terlihat dalam bentuk fisik dan luka. Namun bagaimana dampak psikologis yang merusak karakteristik anak, sehingga di kemudian hari bisa menjadi pelaku kekerasan terhadap orang tua ataupun bagi masyarakat luas.

Untuk itu, melalui kegiatan ini diarahkan tentang peran keluarga, gereja, sekolah, adat, pemerintah dan aparat, termasuk juga pola koordinasi.

"Materi hari ini adalah bagaimana kita bisa sampaikan bahwa kekerasan itu tidak hanya soal anak itu sakit secara fisik, tapi dampak yang paling parah dari itu adalah psikologis yang bisa merusak karakteristik ke depannya," ucapnya.

Penulis: Acik

Editor: Jimmy