Warga Keluhkan Kualitas Air Galon, Dinkes Mimika Klaim Rutin Lakukan Pemeriksaan Berkala

Warga Keluhkan Kualitas Air Galon, Dinkes Mimika Klaim Rutin Lakukan Pemeriksaan Berkala Ilustrasi air isi ulang kemasan galon (Google)

SALAM PAPUA (TIMIKA) Kualitas air galon isi ulang di Kabupaten Mimika mulai dipertanyakan warga seiring semakin maraknya usaha depot air minum yang menjual produknya secara keliling menggunakan sepeda motor maupun mobil bak terbuka.

Warga menyoroti tidak hanya kualitas air yang dijual, tetapi juga pola distribusi dan penyajian air galon yang dinilai kurang higienis. Beberapa depot disebut menggunakan galon berlumut dan kotor tanpa tutupan segel, serta diangkut menggunakan kendaraan terbuka yang langsung terpapar debu dan sinar matahari.

Semakin hari usaha depot semakin berjamur. Apakah kualitas airnya bagus atau tidak? Mereka juga pakai galon yang sudah berlumut dan kotor, ujar Selena, warga Pondok Amor, Jumat (28/5/2026).

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mimika melalui dinas terkait dapat lebih aktif melakukan pengawasan terhadap izin usaha depot maupun kualitas air yang dijual kepada masyarakat.

Pemerintah harusnya lebih aktif dengan persoalan seperti ini. Tolong dicek baik-baik semua depot yang ada, katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Peter Pondang, warga Basecamp SP2, Kelurahan Timika Jaya. Menurutnya, usaha depot air isi ulang kini menjadi bisnis yang cukup menjanjikan sehingga banyak warga membuka usaha tanpa memperhatikan standar kualitas dan dampaknya bagi konsumen.

Ia mengaku pernah menemukan air galon yang keruh dan berbau lumpur.

Di wilayah SP2 saja mungkin ada puluhan depot, tapi belum tentu semuanya memenuhi standar. Saya pernah mengadu ke salah satu depot karena airnya keruh dan bau lumpur, ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Godfried Maturbongs mengatakan Laboratorium Kesehatan Lingkungan Dinkes Mimika rutin melakukan pengambilan sampel air dari setiap depot yang memiliki izin usaha.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut dilakukan secara berkala guna memastikan kualitas air tetap aman dikonsumsi masyarakat serta mengantisipasi dampak buruk terhadap kesehatan.

Pengecekan sampel biasa dilakukan per tiga bulan. Sampai saat ini saya belum menerima laporan khusus hasil laboratorium soal kualitas air, tapi nanti saya akan minta itu di bagian laboratorium. Saya juga akan tanya seberapa rutin mereka melakukan pengawasan ke depot, kata Godfried.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih depot air isi ulang dan memastikan depot yang digunakan telah memiliki izin resmi dari Dinkes Mimika.

Biasanya tanda izin dari kami itu ditempel di depan depot. Jadi masyarakat harus lebih jeli berlangganan, pesannya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi