Kunjungi Distrik Kora, Bupati Nduga Serap Aspirasi Warga Dan Salurkan Bantuan Untuk Empat Lapangan Terbang
Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon, SIP bersama jajarannya ketika kunjungan kerja ke Distrik Kora, Senin (8/6/2026)(Dokumen Pribadi)
SALAM PAPUA (NDUGA) – Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon, SIP bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Distrik Kora selama dua hari, Senin hingga Selasa (8-9 Juni 2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk bertemu langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus menyerahkan bantuan guna mendukung kelanjutan pembangunan empat lapangan terbang (lapter) di wilayah tersebut.
Distrik Kora merupakan salah satu wilayah pedalaman di Kabupaten Nduga yang hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter. Dalam kunjungan itu, Bupati dan rombongan bermalam di Kampung Engginem serta meninjau empat lapangan terbang yang dibangun secara swakelola oleh masyarakat.
“Saya baru pulang dari kunjungan kerja di Distrik Kora. Kunjungan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak beberapa waktu lalu. Dua hari sebelumnya kami telah mengirim tim ke lapangan, kemudian kami berangkat dan mengunjungi empat titik lapangan terbang,” ujar Yoas Beon, Rabu (10/6/2026).
Bupati Nduga, Yoas Beon, SIP ketika menyerahkan bantuan dana kepada masyarakatnya untuk pembangunan Lapter di Distrik Kora, Selasa (9/6/2026)(Dokumen Pribadi) Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Nduga memberikan bantuan sebesar Rp380 juta untuk masing-masing lapangan terbang yang dikunjungi. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melanjutkan pembangunan dan peningkatan fasilitas penerbangan yang selama ini dikerjakan secara mandiri.
“Di setiap lapangan terbang kami memberikan bantuan senilai Rp380 juta agar masyarakat dapat melanjutkan pekerjaan pembangunan yang sedang mereka lakukan,” katanya.
Bupati mengaku terharu melihat semangat masyarakat yang selama ini membangun fasilitas penerbangan tanpa dukungan anggaran dari pihak mana pun. Bahkan beberapa lapangan terbang tersebut pernah digunakan untuk pendaratan pesawat jenis Pilatus berukuran kecil.
Bupati Nduga, Yoas Beon, SIP sesaat sebelum meninggalkan Distrik Kora usai kunjungan kerja, Selasa (9/6/2026)(Dokumen Pribadi) “Keempat lapangan terbang ini benar-benar dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat tanpa bantuan dana dari siapa pun. Bahkan pernah digunakan untuk pendaratan pesawat kecil jenis Pilatus, namun saat ini belum dapat beroperasi secara rutin karena belum adanya program subsidi penerbangan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Yoas Beon menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membenahi infrastruktur transportasi udara di wilayah pedalaman. Pemerintah akan berupaya mencari dukungan subsidi penerbangan agar akses transportasi masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik.
“Kami sudah menyampaikan kepada masyarakat bahwa pemerintah akan membenahi lapangan terbang yang ada. Selanjutnya kami akan berusaha mencari subsidi pesawat agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan transportasi udara sangat penting bagi masyarakat pedalaman karena menjadi sarana utama dalam mendukung pelayanan kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan distribusi kebutuhan pokok.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat selama kunjungan berlangsung. Antusiasme warga menunjukkan harapan besar terhadap kehadiran pemerintah dalam mendorong pembangunan di wilayah terpencil.
“Masyarakat sangat menerima kehadiran kami. Mereka menunjukkan dukungan yang luar biasa. Kami melihat sendiri bagaimana mereka bekerja secara swakelola hingga mampu membangun lapangan terbang dan mendaratkan pesawat tanpa bantuan dana dari pihak mana pun,” tuturnya.
Yoas memastikan seluruh rangkaian kunjungan berjalan aman dan lancar tanpa kendala berarti. Setelah menyelesaikan agenda di Distrik Kora, rombongan kembali ke Kenyam untuk melanjutkan tugas pemerintahan.
Pembangunan dan peningkatan fasilitas lapangan terbang di wilayah pedalaman Nduga dinilai menjadi langkah strategis untuk membuka keterisolasian daerah, mempercepat pelayanan publik, serta mendukung pemerataan pembangunan hingga ke kampung-kampung yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Kabupaten Nduga merupakan salah satu daerah di Provinsi Papua Pegunungan yang memiliki tantangan geografis cukup berat. Dengan 32 distrik dan 248 kampung yang tersebar di wilayah pegunungan, transportasi udara menjadi salah satu sarana vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pelayanan pemerintah.
Karena itu, pembangunan dan peningkatan fasilitas lapangan terbang di wilayah pedalaman dinilai menjadi langkah strategis untuk membuka akses, mempercepat pelayanan publik, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke kampung-kampung terpencil di Kabupaten Nduga.
Penulis/Editor: Sianturi