Pemkab Mimika, PTFI Dan YPMAK Perkuat Kolaborasi Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Pemkab Mimika, PTFI Dan YPMAK Perkuat Kolaborasi Untuk Kesejahteraan Masyarakat Presiden Direktur PTFI Tony Wenas (kedua kanan) dan Bupati Mimika Johannes Rettob(kedua kiri) didampingi oleh Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong (kiri) dan Direktur & EVP Sustainable Development PTFI Claus Wamafma (kanan) saat penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemkab Mimika dan PTFI tentang Pengembangan Bidang Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur, di Jakarta, Rabu (17/6)(Dokumen Corcom PTFI)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, PT Freeport Indonesia (PTFI), dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) resmi menandatangani tiga Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, pada Rabu (17/6/2026). Penandatanganan ini bertujuan memperkuat sinergi strategis dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat Mimika, mencakup bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta pemanfaatan tailing.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyatakan bahwa hubungan kerja antara ketiga pihak telah berjalan sangat baik dan perlu ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat, khususnya suku Amungme, Kamoro, suku kerabat lainnya, serta warga non-Asli Papua di Mimika.

"MoU ini untuk meningkatkan sinergi yang lebih kuat. Sesuai amanat UUD 1945, tugas negara adalah memajukan kesejahteraan umum. PTFI hadir sebagai suplemen atau pelengkap tugas negara tersebut melalui kontribusi nyata," ujar Tony dalam pidatonya.

Tony memaparkan bahwa kontribusi ekonomi PTFI kepada Kabupaten Mimika sangat signifikan. Sejak tahun 2019 hingga 2024, total kontribusi mencapai Rp22 triliun. Khusus untuk tahun 2025, PTFI menyetorkan sekitar Rp4,8 triliun ke Pemkab Mimika yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), royalti, dan pajak. Ditambah dengan setoran pembagian keuntungan bersih sebesar Rp1,2 triliun pada tahun 2026, maka total kontribusi PTFI kepada daerah mencapai sekitar Rp6 triliun.

Selain kontribusi fiskal, PTFI juga menggelontorkan dana investasi sosial senilai sekitar 100 juta dolar AS per tahun untuk program berkelanjutan di sekitar wilayah operasional.

"Keberadaan Freeport Indonesia harus memberikan manfaat yang lebih banyak bagi masyarakat. Kami berkomitmen agar manfaat ini terus berlanjut, tidak hanya sampai 2041, tetapi sepanjang usia tambang," tegas Tony.

Adapun tiga MoU yang ditandatangani meliputi:

1. MoU antara Pemkab Mimika dan PTFI tentang Pengembangan Bidang Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur.

2. MoU antara Pemkab Mimika dan PTFI tentang Pemanfaatan Tailing yang Dihasilkan PTFI.

3. MoU antara Pemkab Mimika dan YPMAK tentang Pengembangan Bidang Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengapresiasi langkah penguatan kolaborasi ini. Ia menilai selama ini banyak program berjalan secara terpisah, sehingga diperlukan konsep bersama agar pembangunan lebih terintegrasi dan tepat sasaran.

"PTFI sudah banyak membantu, mulai dari fasilitas kesehatan, rumah sakit, hingga Instalasi Pengolahan Air (WTP). Melalui kerja sama ini, kami berharap dampak pembangunan bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat," kata Johannes.

Sementara itu, Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menyatakan bahwa MoU ini akan memperkuat tata kelola program pemberdayaan masyarakat. Sebagai pengelola dana kemitraan PTFI, YPMAK membutuhkan kolaborasi yang lebih intensif agar pergerakan program lebih cepat dan dampaknya lebih besar.

Selain aspek sosial dan ekonomi, kesepakatan ini juga memperpanjang kerja sama pemanfaatan tailing yang telah berlangsung sejak 2006. Material tailing PTFI telah dimanfaatkan untuk membangun berbagai infrastruktur publik di Mimika, seperti jalan, jembatan, sekolah, bandara, dan fasilitas olahraga.

Perpanjangan MoU ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan material tersebut untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi