Pemkab Mimika Rampung Evaluasi Dan Review Kenaikan Harga, Bupati: Kemungkinan Besar Volume Pekerjaan Kita Kurangi
Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob (Salampapua.com/Evita)
SALAM PAPUA (TIMIKA) Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika tidak akan menambah anggaran proyek akibat kenaikan harga material dan biaya transportasi. Sebagai langkah penyesuaian, pemerintah akan mengurangi volume pekerjaan agar tetap sesuai dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pernyataan tersebut disampaikan Johannes Rettob menanggapi berbagai pertanyaan terkait pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Mimika.
Menurutnya, belanja pembangunan dalam APBD terbagi menjadi dua kategori, yakni belanja jasa dan belanja modal. Untuk belanja jasa, pelaksanaannya telah berjalan, sedangkan belanja modal masih menunggu penyesuaian hasil evaluasi dan review harga.
Belanja modal ini kita sesuaikan dulu karena kenaikan harga yang terjadi saat ini. Kita selesaikan dulu evaluasi dan review terkait kemahalan harga. Hasil evaluasi dan review ini diperkirakan selesai pada pertengahan Juni, ujar Johannes Rettob, Senin (1/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi sementara, harga satuan pekerjaan tidak memungkinkan untuk diturunkan. Karena itu, penyesuaian akan dilakukan pada volume pekerjaan agar tetap sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia
Kalau harga tidak bisa dikurangi, maka volume pekerjaan yang akan disesuaikan dengan anggaran. Kemungkinan besar volume pekerjaan akan dikurangi, jelasnya.
Sebagai contoh, jika sebelumnya suatu proyek direncanakan sepanjang 800 meter, maka volume pekerjaan bisa dikurangi menjadi 600 meter sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
Kalau tadinya pembangunan 800 meter, mungkin dikurangi menjadi 600 meter. Itu yang disesuaikan, karena sekarang tidak boleh lagi ada pekerjaan tambah kurang. Sudah ada aturannya, katanya.
Johannes juga menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat membuka proses lelang apabila nilai kontrak dan satuan harga yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi harga terkini di lapangan.
Kalau kita tidak sesuaikan harganya, kontraktor juga tidak akan mau ikut lelang meskipun sudah kita buka, pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi