Tekan Angka Kematian Ibu Dan Bayi, Dinkes Mimika Evaluasi Layanan Puskesmas Dan Rumah Sakit

Tekan Angka Kematian Ibu Dan Bayi, Dinkes Mimika Evaluasi Layanan Puskesmas Dan Rumah Sakit Foto bersama usai pembukaan evaluasi yang dilaksanakan Dinkes Mimika di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika, Kamis (11/6/2026)(Salampapua.com/Evita)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar Pertemuan Evaluasi Puskesmas dan Rumah Sakit dalam Pencegahan dan Penanganan Penyebab Utama Kematian Ibu dan Bayi, Kamis (11/6/2026), di Ballroom Hotel Grand Tembaga.

Kegiatan tersebut diikuti 26 puskesmas serta sejumlah rumah sakit di Kabupaten Mimika sebagai upaya memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinkes Mimika, Nelly Pangaribuan, mengatakan pertemuan evaluasi ini merupakan amanat Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan secara berkala untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kematian ibu dan bayi.

Menurutnya, evaluasi menjadi penting mengingat angka kematian ibu di Kabupaten Mimika pada tahun 2025 masih tergolong tinggi, yakni mencapai 300 per 100.000 kelahiran hidup atau masih berada di atas target nasional.

“Penyebab utama kematian ibu dan bayi antara lain perdarahan, asfiksia, serta berat badan lahir rendah (BBLR) yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Deteksi dini di puskesmas serta kecepatan penanganan di rumah sakit menjadi faktor penting dalam menekan angka kematian ibu dan bayi,” ujar Nelly.

Ia menegaskan bahwa puskesmas dan rumah sakit harus bekerja sebagai satu sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi, mulai dari deteksi dini, rujukan, hingga penanganan kasus secara komprehensif.

Melalui kegiatan evaluasi ini, Dinkes Mimika juga berupaya mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi di lapangan, termasuk faktor sosial dan budaya yang dapat memengaruhi akses serta kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Pertemuan ini menjadi wadah untuk memetakan berbagai kendala yang ada sekaligus merumuskan solusi bersama guna meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Nelly berharap melalui penguatan koordinasi, deteksi dini, penanganan yang cepat, serta dukungan lintas sektor, upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Mimika dapat berjalan lebih optimal dan sejalan dengan target nasional.

“Penurunan angka kematian ibu dan bayi membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak. Dengan kolaborasi yang kuat, kita berharap semakin banyak ibu dan bayi yang dapat diselamatkan,” tutupnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi