SALAM PAPUA (KENYAM) – Pemerintah Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nduga resmi menutup pelatihan prajabatan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori II (K2) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Senin (10/8/2026) di Kenyam.
Pelatihan yang dimulai sejak 3 Agustus 2026 tersebut diikuti sebanyak 370 peserta. Seluruh peserta dinyatakan lulus atau mencapai tingkat kelulusan 100 persen.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Bupati Nduga Yoas Beon, SIP yang diwakili Staf Ahli Bupati, Obeth Arwakon.
Panitia Prajabatan K2 dan P3K Kabupaten Nduga bersama aparat keamanan usai acara penutupan, Senin (10/8/2026)(Salampapua.com/Elea Worom) Kepala BKPSDM Kabupaten Nduga, Septinus Pondayar, S.Pd., M.Pd., kepada Salampapua.com menjelaskan, proses penerimaan tenaga honorer K2 telah dimulai sejak 2020 hingga 2021, termasuk tahapan pengumuman dan verifikasi berkas para pencari kerja.
Ia mengatakan, salah satu ketentuan dalam proses seleksi tersebut adalah peserta yang memenuhi kriteria K2 harus memiliki masa pengangkatan sebagai tenaga honorer paling lambat tahun 2014.
“Untuk itu mereka dinyatakan lulus sebagai honorer. Yang lulus dari 2015 tidak memenuhi kriteria untuk formasi K2 ini. Yang memenuhi adalah yang lulus tahun 2014 ke bawah, itu yang kami seleksi,” jelas Septinus.
Kepala BKPSDM Kabupaten Nduga, Septinus Pondayar, S.Pd., M.Pd bersama perwakilan peserta prajabatan K2 dan P3K Nduga usai penutupan, Senin (10/8/2026)(Salampapua.com/Elea Worom) Menurutnya, sebanyak 370 lebih peserta mengikuti proses seleksi yang berlangsung sejak Mei 2023. Setelah memenuhi kriteria, para peserta mengikuti tes di Wamena dan kemudian menjalani proses pemberkasan untuk penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP), baik untuk CPNS K2 maupun PPPK.
Pemkab Nduga kemudian menyerahkan SK CPNS kepada para peserta pada Agustus 2024. Setelah itu, para peserta menjalani masa tugas selama satu tahun sebagai bagian dari proses sebelum mengikuti pelatihan prajabatan.
“Setelah prajabatan mereka akan menerima sertifikat. Sertifikat itu menjadi dasar untuk melengkapi persyaratan lainnya, kemudian berkas akan diproses ke BKN untuk menjalani tahapan selanjutnya,” ujarnya.
Septinus menjelaskan, pada Juli 2026 pihaknya juga telah membuka proses pendaftaran CPNS K2 dan PPPK yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pelatihan prajabatan pada 3 hingga 11 Agustus 2026.
Dari seluruh rangkaian pelatihan tersebut, sebanyak 370 peserta CPNS K2 dan PPPK dinyatakan lulus 100 persen. Selanjutnya, BKPSDM Nduga akan melengkapi dan meneruskan berkas para peserta ke tingkat provinsi untuk diproses sesuai tahapan administrasi kepegawaian berikutnya.
“Setelah ini berkas akan kami lengkapi ke provinsi dan selanjutnya akan diproses untuk penerbitan SK CPNS bagi para peserta,” katanya.
Septinus menyampaikan apresiasi dan rasa syukur karena seluruh rangkaian pelatihan prajabatan dapat berlangsung dengan baik dan lancar.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Nduga beserta jajaran, seluruh aparatur sipil negara (ASN), panitia, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan hingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.
“Semua rangkaian kegiatan berjalan dengan baik berkat dukungan dari semua pihak, mulai dari Bupati dan jajarannya, seluruh ASN, serta panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini,” pungkasnya.
Penulis/Editor: Sianturi