Freeport Bangkit, Tony Wenas Tegaskan Komitmen Investasi Jangka Panjang Untuk Indonesia Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas saat berada di Timika (salampapua.com/Evita)

Freeport Bangkit, Tony Wenas Tegaskan Komitmen Investasi Jangka Panjang Untuk Indonesia

SALAM PAPUA (TIMIKA) — Dalam upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi, tumbuh bersama masyarakat, dan menjaga keberlanjutan operasional tambang di Papua.

Di tengah proses pemulihan pasca insiden, PTFI mencatat sejumlah pencapaian penting yang menunjukkan arah optimisme perusahaan.

Tony mengungkapkan bahwa kapasitas produksi diproyeksikan mencapai 65 persen pada akhir semester kedua tahun ini, dengan target produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas. Kapasitas produksi diharapkan meningkat hingga 75 persen pada pertengahan 2027, dan mendekati penuh pada akhir 2027.

“Smelter PTFI di Gresik siap kembali beroperasi bersama PT Smelting, dengan kapasitas pemurnian mencapai 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun, menjadikan Gresik sebagai pusat pemurnian mineral terbesar dalam sejarah hilirisasi Indonesia,” ujarnya saat menyampaikan amanatnya pada HUT ke-81 RI, di Tembagapura, Senin (17/8/2026).

Ia juga menjelaskan pencapaian strategis PTFI, yakni perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) di Indonesia, di mana PTFI telah menandatangani MoU dengan pemerintah dan Freeport-McMoRan untuk perpanjangan izin usaha hingga setelah 2041, serta mengajukan permohonan resmi ke Kementerian ESDM.

Kemudian pengembangan Tambang, Investasi mencapai Rp 72 Triliun, diproyeksikan menghasilkan lebih dari 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounce emas sepanjang masa operasi.

Ada pun kontribusi ke Negara pada tahun 2025, PTFI menyumbang Rp 75 Triliun, termasuk Rp 13 Triliun untuk Papua Tengah. Jika kapasitas penuh tercapai, kontribusi diperkirakan lebih dari Rp 100 Triliun per tahun.

“Kami PTFI menegaskan pentingnya hidup berdampingan dengan masyarakat lokal dan menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari nilai perusahaan. Dari Timur Indonesia, dari tanah Papua untuk Indonesia, Freeport Bangkit,” tegas Tony Wenas.

Ia menutup amanatnya dengan ajakan untuk mengisi kemerdekaan melalui pengelolaan tambang bawah tanah terbesar di dunia dan smelter tembaga single line terbesar di dunia secara aman dan berkelanjutan, demi Indonesia Maju.

Penulis: Evita

Editor: Jimmy