SALAM PAPUA (TIMIKA) – PT Freeport Indonesia (PTFI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar upacara pengibaran bendera secara serentak di enam lokasi, Senin (17/8/2026).
Upacara dilaksanakan di Tembagapura, Kuala Kencana dan Nabire, Provinsi Papua Tengah, serta di Smelter PTFI dan PT Smelting di Gresik, Jawa Timur, dan Kantor PTFI di Jakarta.
Masing-masing lokasi melaksanakan upacara secara mandiri, sementara seluruh peserta terhubung secara virtual untuk mengikuti amanat Inspektur Upacara yang disampaikan langsung Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dari Sport Hall Tembagapura.
Presdir PTFI Tony Wenas foto bersama dengan para karyawan penerima Service Award dengan masa kerja 25, 30 dan 35 tahun usai upacara HUT RI ke-18 di Sport Hall Tembagapura, Mimika, Senin (17/8/2026)(Salampapua.com/Sianturi) Dalam peringatan tahun ini, pemerintah mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Sejalan dengan tema nasional tersebut, PTFI mengusung semangat “One Freeport” dengan subtema “Dari Timur Indonesia, Kita Bangkit Bersama.”
Tony mengatakan semangat One Freeport menggambarkan persatuan seluruh keluarga besar PTFI yang berada di berbagai lokasi, mulai dari pegunungan Papua hingga fasilitas smelter di Gresik.
“Dari lokasi-lokasi yang berbeda, kita semua membaur menjadi satu keluarga besar Freeport Indonesia, One Freeport dengan satu tekad dan tujuan yaitu menjalankan produksi secara aman dan selamat untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Tony dalam amanatnya.
Suasana Upacara pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibra PPT Freeport Indonesia di Sport Hall Tembagapura Mimika, Senin (17/8/2026)(Salampapua.com/Sianturi) Menurut Tony, semangat tersebut menjadi penting karena PTFI telah menghadapi berbagai ujian dan tantangan selama hampir 60 tahun beroperasi di tanah Papua. Salah satu peristiwa paling berat adalah insiden luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025.
Dalam upacara tersebut, Tony mengajak seluruh keluarga besar PTFI mengenang tujuh pekerja yang meninggal akibat insiden tersebut, yakni Balisang Telile, Dadang Hermanto, Holong Silaban, Irawan, Victor Ballesteros, Wigih Hartono dan Zaverius Magai.
Selain itu, PTFI juga kehilangan dua pekerja lainnya, Erman Rustaman dan Simson Mulia, dalam rangkaian insiden keamanan berupa penembakan pada kuartal pertama 2026.
Keluarga Besar PT Freeport Indonesia seka bersama usai Upacara HUT RI ke-81 di Sport Hall Tembagapura, Mimika, Senin (17/8/2026)(Salampapua.com/Sianturi) Tony menegaskan, sembilan pekerja tersebut bukan sekadar karyawan, melainkan bagian dari keluarga besar Freeport Indonesia. Ia mengatakan seluruh peristiwa tersebut harus menjadi pengingat bahwa keselamatan jiwa pekerja merupakan hal yang tidak dapat ditawar.
“Tidak ada yang lebih berharga daripada keselamatan jiwa rekan kerja kita,” tegasnya.
Ia meminta seluruh pekerja terus memperkuat budaya keselamatan dengan disiplin dan saling mengingatkan. Menurutnya, Safety merupakan bagian inti dari nilai perusahaan SINCERE, yakni Safety, Integrity, Commitment, Respect dan Excellence.
Perayaan HUT ke-81 RI di lingkungan PTFI diikuti sebanyak 2.281 peserta yang tersebar di enam lokasi.
Sebanyak 770 peserta mengikuti upacara di Tembagapura, 440 orang di Kuala Kencana, 445 orang di PT Smelting, 320 orang di Smelter PTFI, 10 orang di Nabire dan 300 orang di Jakarta.
Upacara di Tembagapura dipimpin Tony Wenas sebagai Inspektur Upacara. Komandan Upacara adalah Lettu Inf. Joni Harnijon dari Yonif 133/YS Rem Wirabraja Kodam XX, sedangkan Perwira Upacara adalah Elifas Sapioper, General Foreman AOR#4 Tembagapura.
Paskibra Tembagapura juga menjadi bagian penting dalam upacara. Formasinya memadukan pelajar Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) Tembagapura dan karyawan PTFI sebagai simbol regenerasi serta kebersamaan lintas generasi.
Pasukan pengibar terdiri dari 40 siswa YPJ dan 39 karyawan PTFI yang menjalani latihan selama 18 hari.
Pembawa baki adalah Seni Bukaleng, siswa SMP YPJ, dan Sasa Aulia, karyawan Divisi Concentrating. Sedangkan pengibar bendera terdiri dari Razka Angelo Kamasan Morin, siswa SMP YPJ, Dadi Hermawan dari Divisi MIS, dan Ahmad Rizal dari Facilities Management.
Dalam amanatnya, Tony juga menyampaikan perkembangan pemulihan operasi tambang setelah insiden di Tambang Bawah Tanah GBC.
Ia mengatakan proses pemulihan terus berjalan secara bertahap meskipun menghadapi berbagai hambatan. Sekitar 800.000 ton material lumpur basah harus dipindahkan, sementara sejumlah infrastruktur dan alat berat rusak, lokomotif dan gerbong tertimbun, telekomunikasi terputus serta sistem ventilasi harus diganti.
Namun, melalui kerja keras tim operasi dan pendukung, proses pemulihan terus berjalan. Tony menegaskan bahwa PTFI harus mampu bangkit dan menjadi lebih kuat.
Di tengah proses pemulihan tersebut, kapasitas produksi PTFI diproyeksikan mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua 2026. Perusahaan menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas.
Kapasitas produksi selanjutnya diharapkan meningkat menjadi sekitar 75 persen pada pertengahan 2027 dan secara bertahap mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.
Tony juga menyampaikan bahwa Smelter PTFI di Gresik telah siap kembali beroperasi. Bersama Smelter PT Smelting, kedua fasilitas tersebut akan memiliki kapasitas pemurnian hingga 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun.
Menurut Tony, pencapaian tersebut menjadikan Gresik sebagai pusat pemurnian mineral terbesar dalam sejarah hilirisasi Indonesia dan memperkuat komitmen PTFI dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Selain pemulihan operasi, PTFI juga terus mengembangkan tambang bawah tanah Kucing Liar yang diproyeksikan menjadi salah satu sumber produksi utama perusahaan di masa depan.
Investasi pengembangan tambang tersebut telah mencapai sekitar Rp25 triliun dan secara keseluruhan diproyeksikan mencapai Rp72 triliun.
Tambang Kucing Liar diproyeksikan menghasilkan lebih dari 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounce emas selama masa operasinya.
Tony juga mengungkapkan bahwa pada Februari 2026, Pemerintah, Freeport-McMoRan dan PTFI telah menandatangani nota kesepahaman terkait perpanjangan IUPK PTFI setelah 2041 hingga usia tambang.
Kemudian pada pertengahan Juni 2026, PTFI mengajukan permohonan perpanjangan IUPK kepada pemerintah melalui Kementerian ESDM.
Menurut Tony, perpanjangan tersebut penting untuk memastikan keberlanjutan investasi jangka panjang, menjaga lapangan kerja bagi sekitar 30 ribu pekerja, mempertahankan kontribusi kepada negara serta melanjutkan program pengembangan masyarakat.
Sepanjang 2025, PTFI disebut telah memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp75 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp13 triliun merupakan bagian bagi Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah dan kabupaten lainnya di Papua Tengah.
Tony mengatakan ketika PTFI mencapai kapasitas produksi 100 persen, kontribusi perusahaan kepada negara diproyeksikan mencapai lebih dari Rp100 triliun setiap tahun.
Dalam kesempatan itu, Tony menyampaikan apresiasi kepada masyarakat sekitar wilayah tambang dan masyarakat Papua yang terus mendukung perusahaan selama proses pemulihan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat yang telah bersama-sama melewati berbagai tantangan.
Tony menegaskan PTFI harus terus hidup berdampingan, bekerja dan tumbuh bersama masyarakat lokal, sekaligus menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.
Selain upacara, rangkaian HUT ke-81 RI di lingkungan PTFI juga diisi berbagai kegiatan sepanjang Agustus, seperti kompetisi olahraga antarkaryawan, konser musik di Tembagapura, pengukuhan Paskibra, bakti sosial bersama masyarakat Kampung Koperapoka, Distrik Mimika Baru dan Kampung Banti, Distrik Tembagapura, serta gotong royong bersama warga Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik.
PTFI juga memberikan penghargaan kepada 277 karyawan yang telah mengabdi lebih dari 25 tahun, terdiri dari 188 karyawan di Tembagapura dan 89 karyawan di Kuala Kencana.
Menutup amanatnya, Tony mengajak seluruh keluarga besar PTFI untuk mengisi kemerdekaan dengan bekerja secara aman dan berkelanjutan.
“Dari Timur Indonesia, dari tanah Papua untuk Indonesia, Freeport Bangkit,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa semangat kebangkitan tersebut harus diwujudkan dengan memperkuat persatuan, menjaga keselamatan, mengelola tambang dan smelter secara aman serta berkelanjutan, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Papua dan Indonesia.
Penulis/Editor: Sianturi