Brida Mimika: Riset Perguruan Tinggi Harus Menjawab Kebutuhan Pembangunan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Mimika, Darius Sabon Rain (Salampapua.com/Evita)

Brida Mimika: Riset Perguruan Tinggi Harus Menjawab Kebutuhan Pembangunan

SALAM PAPUA (TIMIKA) — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Mimika, Darius Sabon Rain, menegaskan bahwa hasil riset yang dilakukan sejumlah perguruan tinggi akan menjadi salah satu dasar dalam memperkuat perencanaan pembangunan daerah.

Menurut Darius, pelaksanaan riset tahun ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi dengan tema penelitian yang diselaraskan dengan visi dan misi kepala daerah serta arah kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mimika.

Hasil penelitian tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan bagi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyusun program dan kegiatan pembangunan.

“Kami berharap program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan, berbasis data, bukan asumsi,” ujar Darius, Kamis (10/9/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah perguruan tinggi saat ini mulai melaksanakan penelitian sesuai bidang yang telah ditentukan. Salah satunya Institut Jambatan Bulan (IJB) yang mengkaji pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir berbasis koperasi.

Selain itu, perguruan tinggi lainnya akan melakukan penelitian terkait review master plan tailing, termasuk aspek pemanfaatan dan pengelolaannya.

Darius mengatakan, keterlibatan perguruan tinggi dalam riset daerah merupakan bagian dari upaya membangun perencanaan yang lebih objektif dan berdasarkan kajian ilmiah.

Menurutnya, riset tidak boleh berhenti sebatas menghasilkan dokumen penelitian, tetapi harus memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Setelah penelitian selesai, Brida akan mengidentifikasi OPD yang berkepentingan dengan hasil kajian tersebut agar dapat dijadikan bahan penyusunan program dan kegiatan tahun berikutnya,” jelasnya.

Ia berharap pola riset kolaboratif antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat terus dikembangkan sehingga setiap kebijakan pembangunan Mimika memiliki dasar data dan kajian yang kuat.

Dengan demikian, perencanaan pembangunan diharapkan menjadi lebih terukur, tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi