Bupati Mimika Ingatkan ASN: Cek MyASN, Hanya 13 Pegawai Masuk Kotak 7–8 Suasana Apel Gabungan yang dipimpin Bupati Mimika Johannes Rettob di halaman Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, Jalan Poros SP3 Timika, Senin (7/9/2026)(Salampapua.com/Evita)

Bupati Mimika Ingatkan ASN: Cek MyASN, Hanya 13 Pegawai Masuk Kotak 7–8

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Bupati Mimika, Johannes Rettob, kembali mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika agar aktif mengisi dan memperbarui data pada aplikasi MyASN.

Menurut Rettob, kelengkapan data dalam MyASN menjadi salah satu bagian penting dalam penerapan Manajemen Talenta ASN, khususnya dalam penilaian yang didasarkan pada hasil profiling dan kinerja pegawai.

Hal itu disampaikan Rettob saat memimpin Apel Gabungan di Halaman Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, Jalan Poros SP3, Senin (7/9/2026).

“Rata-rata nilai ASN masih rendah. Dari 3.000 pegawai, hanya 12 orang yang masuk kotak 8 dan 1 orang di kotak 7. Selebihnya banyak di kotak 6, bahkan ada yang kosong,” tegas Rettob.

Ia menjelaskan, hasil profiling ASN menunjukkan masih terdapat pegawai yang memiliki potensi rendah, bahkan ada yang belum memiliki nilai karena data yang dibutuhkan belum dilengkapi.

Menurutnya, masih banyak ASN yang belum mengisi sejumlah informasi penting pada MyASN, seperti jabatan, pengalaman, penghargaan, hingga kepanitiaan. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah komponen penilaian menjadi kosong.

Rettob menegaskan, ASN pada seluruh jenjang, baik pelaksana, pengawas, administrator maupun pejabat fungsional, seharusnya dapat mencapai target nilai dan masuk dalam kategori kotak 7 hingga 9.

Karena itu, ia meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih aktif membantu ASN melengkapi data pendukung, terutama sertifikat kegiatan dan penghargaan yang pernah diperoleh.

“Tolong penghargaan dan sertifikat setiap OPD dilaporkan atau dimasukkan ke MyASN. Yang juga saya sayangkan masih banyak pimpinan OPD tidak hadir karena tugas luar, serta ASN yang meninggalkan kegiatan tanpa kembali,” ujarnya.

Rettob juga mengingatkan ASN agar memanfaatkan kesempatan profiling yang telah disediakan pemerintah. Ia menilai kesempatan tersebut penting untuk mengetahui potensi dan posisi masing-masing pegawai dalam sistem Manajemen Talenta.

“Padahal Profiling ini gratis, padahal kalau nanti kalian mau ikut itu akan berbayar,” jelasnya.

Menurut Rettob, pengisian data MyASN tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban administratif atau formalitas. Kelengkapan data tersebut berkaitan dengan pemetaan potensi dan kinerja ASN dalam sistem Manajemen Talenta.

“Saya harap OPD lebih aktif memberikan sertifikat kegiatan dan melaporkan penghargaan agar nilai ASN meningkat,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi