SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Distrik (Pemdis) Kwamki Narama menggelar Lomba Pengucapan Proklamasi Antar Pelajar Tingkat Distrik Kwamki Narama, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila, semangat kebangsaan dan karakter positif kepada generasi muda sejak dini.
Lomba yang mengusung tema “Pembentukan dan Penumbuhan Karakter Keluarga Akan Pentingnya Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara” itu dibuka langsung oleh Kepala Distrik Kwamki Narama, Naftali E. Hanuebi.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur pimpinan dan tokoh pendidikan, di antaranya Kapolsek Kwamki Narama sekaligus Dewan Juri, Iptu Yusak Sawaki, Kepala SMP Negeri 9 Mimika Martha Welma Benamen, Kepala SD Inpres Kwamki I Salomina Rumainum, serta tamu undangan lainnya.
Lomba diikuti para pelajar tingkat SD dan SMP dari sekolah-sekolah yang berada di wilayah Distrik Kwamki Narama.
Naftali E. Hanuebi mengatakan, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat karakter dan semangat kebangsaan yang harus ditanamkan sejak lingkungan keluarga.
Menurutnya, keluarga merupakan tempat pertama bagi seorang anak untuk belajar mengenai karakter, etika dan nilai-nilai moral sebelum mendapatkan pendidikan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita. Karena di dalam keluarga, karakter, etika, dan nilai-nilai moral pertama kali dibentuk melalui nilai-nilai Proklamasi,” ujar Naftali.
Ia menambahkan, Pemdis Kwamki Narama ingin agar semangat patriotisme dapat tumbuh dan mengalir dalam kehidupan masyarakat, terutama di lingkungan keluarga.
Menurutnya, Pancasila harus menjadi fondasi dalam membentuk karakter masyarakat. Karena itu, nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipajang dalam bentuk tulisan di dinding rumah, kantor maupun sekolah, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.
“Pancasila bukan hanya menjadi pajangan di dinding rumah, kantor, atau sekolah saja, tapi Pancasila harus hidup di dalam tindakan kita,” tegasnya.
Naftali juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah, sekolah, guru, orang tua dan masyarakat, untuk terus bersinergi dalam mendorong kemajuan pendidikan di Distrik Kwamki Narama.
Ia memberikan motivasi kepada para pelajar agar tidak merasa minder dengan kondisi wilayah tempat mereka tinggal. Menurutnya, keterbatasan kondisi dan situasi tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak Kwamki Narama untuk tertinggal dalam pendidikan maupun dalam meraih prestasi.
“Walaupun kondisi dan situasi berbeda, kita tidak boleh terlambat, karena kita dari Kwamki Narama juga bisa,” pungkasnya.
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, lomba tersebut menghasilkan dua juara utama. Untuk kategori tingkat SD, juara pertama diraih Martha R. Suwae, sedangkan kategori tingkat SMP, juara pertama diraih Imelda Kulla.
Kedua pemenang tersebut masing-masing menerima hadiah berupa piala penghargaan dan uang pembinaan.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi