SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Kabupaten Mimika, Emma Kornelia Korwa mengungkapkan bahwa pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sapi dan Rumah Potong Babi (RPB) terus menjadi prioritas pemerintah daerah sebagai upaya memperkuat sektor peternakan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Emma menjelaskan, pada tahun 2025 pihaknya memperoleh alokasi dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 5 Miliar yang telah digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas dasar di kawasan UPT Sapi.
Infrastruktur yang dibangun meliputi empat unit kandang, empat unit kandang penimbunan, rumah jaga, jaringan air, tandon air, hingga rumah genset.
“Untuk tahun 2025 kami fokus pada pembangunan sarana dasar UPT Sapi melalui dana BKK sebesar Rp 5 Miliar. Fasilitas yang dibangun meliputi kandang, kandang penimbunan, rumah jaga, jaringan air, tandon air, dan rumah genset,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Sementara itu, pada tahun 2026 pembangunan akan dilanjutkan menggunakan dana APBD dengan fokus pada pekerjaan land clearing, penimbunan lahan, pembangunan rumah dinas, gudang peralatan, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Menurut Emma, dukungan Pemerintah Provinsi semakin memperkuat optimisme pihaknya dalam menyelesaikan pengembangan kawasan peternakan tersebut. Ia mengaku bersyukur karena menjelang akhir tahun ini, Pemerintah Kabupaten Mimika menerima kunjungan Gubernur Papua Tengah yang menyatakan komitmen untuk mendukung pembangunan sektor peternakan pada tahun mendatang.
“Kami sangat berterima kasih karena di saat kami akan mengakhiri tahun ini, Bapak Gubernur datang dan memberikan dukungan untuk pembangunan yang akan dilakukan di UPT Sapi. Ini menjadi semangat bagi kami karena masih ada sejumlah fasilitas yang belum dapat dibangun akibat keterbatasan anggaran,” kata Emma.
Selain UPT Sapi, pembangunan RPB juga terus berlanjut. Program tersebut telah dimulai sejak tahun lalu dan saat ini masih membutuhkan sejumlah pekerjaan lanjutan, seperti pembangunan pagar dan penimbunan lahan yang berada di kawasan rawa.
“Penimbunan dilakukan karena lokasi tersebut sangat rawa. Kami targetkan seluruh pekerjaan penimbunan dapat selesai tahun ini,” jelas Emma.
Ia menambahkan, perencanaan pembangunan UPT Sapi dan RPB telah disiapkan melalui anggaran perubahan tahun ini, termasuk perencanaan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) berskala besar. Dengan demikian, pada tahun depan fokus kegiatan tinggal pada pelaksanaan fisik pembangunan.
Menurut Emma, kehadiran dan dukungan Gubernur Papua Tengah bersama Bupati dan Wakil Bupati Mimika diharapkan mampu menjawab kebutuhan pembangunan sektor peternakan yang selama ini diperjuangkan oleh dinasnya.
“Program yang kami bangun ini nantinya menjadi salah satu penyumbang PAD bagi daerah,” tegasnya.
Terkait lokasi, UPT Sapi berada di kawasan SP5 dekat Jembatan Kembar, sementara lokasi RPB direncanakan berada di kawasan dekat Rumah 10. Saat ini lahan UPT Sapi yang telah digunakan mencapai sekitar 4,5 hektare dan akan diperluas ke bagian belakang untuk pengembangan lahan pakan ternak.
Emma mengatakan Pemerintah Provinsi juga mendukung rencana perluasan area tersebut untuk dijadikan lahan penanaman rumput sebagai sumber pakan sapi.
Jika seluruh rencana pembangunan berjalan sesuai target, Disnak & Keswan Mimika berencana memulai program pembibitan dengan 100 ekor sapi pada tahun depan.
Adapun skema pengelolaan, baik untuk pembibitan maupun penggemukan, masih akan dibahas lebih lanjut, termasuk kemungkinan melibatkan pihak ketiga.
“Kami optimistis karena mendapat dukungan penuh dari Bapak Gubernur dan Bapak Bupati. Pergumulan kami selama ini perlahan mulai terjawab. Harapan kami seluruh rencana ini dapat diwujudkan sehingga sektor peternakan di Mimika semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Emma.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy