SALAM PAPUA (NABIRE) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI di Kodim 1705/Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (5/10/2026).
Upacara tersebut dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa bersama jajaran, personel TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Laut (AL), TNI Angkatan Udara (AU), Korem 173/Praja Vira Braja (PVB), Polres Nabire, para perwira, bintara, tamtama, pegawai negeri sipil (PNS) TNI, serta sejumlah instansi terkait.
Komandan Korem (Danrem) 173/PVB Nabire, Brigadir Jenderal TNI Vivin Alivianto, bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dibacakan Danrem 173/PVB, disampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan ASN TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh prajurit dan ASN TNI di mana pun berada dan bertugas, atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara,” ucap Vivin saat membacakan amanat tersebut.
Panglima TNI menyampaikan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah diberikan. Kepercayaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga.
“Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga. Sejalan dengan itu, negara terus memperkuat TNI, baik melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN TNI maupun modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan. Semakin kuat TNI dan semakin modern kemampuannya, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita pikul,” katanya.
Menurutnya, penguatan TNI harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme sesuai bidang tugas masing-masing. Seluruh sumber daya yang dipercayakan kepada TNI harus digunakan secara optimal dan dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.
Ia mengatakan lingkungan strategis terus mengalami perubahan. Ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi negara, ancaman terhadap keutuhan wilayah, serta tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Menghadapi dinamika tersebut, TNI diminta tetap kokoh pada jati diri dan jelas dalam arah pengabdiannya.
Momentum HUT ke-81 TNI diharapkan menjadi tonggak untuk memperteguh tekad menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.
Dalam amanatnya, Panglima TNI juga menekankan lima nilai PRIMA yang harus menjadi budaya pengabdian prajurit dan ASN TNI, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
Pertama, Profesional, dengan menguasai tugas dan tanggung jawab masing-masing, memelihara kemampuan melalui latihan yang sungguh-sungguh dan realistis, meningkatkan kompetensi, serta melaksanakan setiap tugas dengan taat hukum dan penuh integritas.
Kedua, Responsif, yakni peka terhadap perubahan di lingkungan tugas, mengenali potensi ancaman sejak dini, serta bertindak cepat, tepat, dan terukur ketika negara dan rakyat membutuhkan.
Ketiga, Integratif, dengan membangun sinergi bersama seluruh komponen bangsa agar kekuatan TNI menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan, dan mendukung terwujudnya Indonesia yang semakin maju, berdaulat, adil, dan makmur.
Keempat, Modern, dengan menguasai alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) serta teknologi yang menjadi tanggung jawab masing-masing, menggunakannya secara optimal dan terintegrasi, serta terus meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan daya tangkal dan daya tempur yang nyata.
Kelima, Adaptif, yakni menjadikan setiap penugasan dan pengalaman sebagai bahan pembelajaran, mengembangkan inovasi, serta menyesuaikan doktrin, pendidikan, latihan, dan kemampuan dengan perkembangan ancaman.
“Laksanakan kelima penekanan tersebut secara konsisten, sehingga PRIMA menjadi arah dalam mengembangkan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap, dan bertindak saat ini dan di masa yang akan datang,” tegasnya.
Panglima TNI juga mengajak seluruh prajurit dan ASN TNI untuk senantiasa berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan kesehatan, kekuatan, perlindungan, dan kelancaran dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia! TNI PRIMA! TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur!” pungkasnya.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi