Satgas Damai Cartenz Bongkar Honai Diduga Markas KKB Di Intan Jaya, Amankan 559 Selongsong Peluru Atribut dan amunisi milik KKB yang berhasil diamankan dalam pembongkaran honai yang diduga jadi markas KKB di kawasan hutan perbatasan Kampung Kulindigi dan Kampung Bulage, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Sabtu (17/10/2026), Sabtu (17/10/2026) (Salampapua.com/Dokumen Satgas ODC 2026)

Satgas Damai Cartenz Bongkar Honai Diduga Markas KKB Di Intan Jaya, Amankan 559 Selongsong Peluru

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 Sektor Intan Jaya menemukan dan membongkar sebuah honai yang diduga menjadi tempat persembunyian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap VIII Soanggama di kawasan hutan perbatasan Kampung Kulindigi dan Kampung Bulage, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Sabtu (17/10/2026).

Dari lokasi tersebut, personel mengamankan 559 selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter (mm) bersama sejumlah komponen senjata, atribut, dokumen, dan barang lainnya yang diduga berkaitan dengan kelompok bersenjata.

Honai tersebut ditemukan di tengah kawasan hutan dengan kondisi yang menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Pepohonan, tumbuhan, dan tanah di sekitar bangunan membuat lokasi tersebut tersamarkan secara alami hingga menyerupai bunker.

Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, personel menemukan 559 selongsong peluru kaliber 5,56 mm, dua set senapan dalam kondisi terurai, satu popor dan satu laras senapan, sejumlah komponen senapan, serta tiga pompa tangan senapan.

Selain itu, turut diamankan satu bilah pisau karambit, satu bendera Bintang Kejora, sejumlah dokumen identitas dan dokumen pribadi, satu dokumen laporan TPNPB Kodap XIX Kemabu Intan Jaya yang ditujukan kepada Batalyon Uwia, serta satu buku catatan berstempel TPNPB Batalyon Bula Kompi Senapan A Tanah Merah Kodap VIII Intan Jaya.

Petugas juga menemukan satu buku catatan yang memuat informasi transaksi jual beli amunisi, sejumlah barang elektronik, satu noken, dan satu jaket berwarna hitam-merah.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan, personel memusnahkan honai tersebut untuk mencegah lokasi itu kembali dimanfaatkan sebagai tempat persinggahan maupun persembunyian kelompok bersenjata.

 

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengatakan seluruh temuan masih dalam proses pendalaman untuk memastikan asal-usul dan keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana.

“Dari hasil penelusuran di lapangan, honai tersebut berada di tengah hutan dengan kondisi yang menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Tumbuhan dan tanah di sekitar lokasi membuat tempat tersebut tampak tersamarkan sehingga menyerupai bunker,” ujar Yusuf kepada media, Minggu (18/10/2026).

Ia mengatakan, 559 selongsong peluru kaliber 5,56 mm beserta barang dan dokumen lainnya menjadi bagian dari proses pendalaman untuk memastikan asal-usul serta kemungkinan keterkaitannya dengan aktivitas kelompok bersenjata.

“Dalam pemeriksaan, personel menemukan sejumlah barang dan dokumen, termasuk 559 selongsong peluru kaliber 5,56 mm, yang saat ini menjadi bagian dari pendalaman lebih lanjut untuk memastikan asal-usul dan kemungkinan keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana,” katanya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan pentingnya verifikasi terhadap setiap barang dan dokumen yang ditemukan di lokasi.

“Setiap barang dan dokumen yang ditemukan harus diperiksa secara cermat untuk memastikan keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana. Kami mengedepankan proses penegakan hukum yang profesional, sesuai prosedur, dan berdasarkan bukti yang terverifikasi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat berperan aktif dalam menjaga keamanan dengan menyampaikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas kelompok bersenjata.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas KKB. Setiap informasi yang disampaikan akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur, dan kami berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas masyarakat yang memberikan informasi,” ujarnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 akan melanjutkan penelusuran di sejumlah wilayah yang dinilai rawan dan diduga menjadi lokasi persembunyian kelompok bersenjata.

Masyarakat juga diimbau segera menyampaikan informasi kepada Satgas maupun kepolisian setempat agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi