SALAM PAPUA (IKN) – Akademi Waamanat Bhintuka Football Club (WBFC) akan menantang Bomber FC pada babak semifinal Putaran Nasional Piala Soeratin U-17 2026 di PSSI Training Center 1, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (22/10/2026) pukul 08.00 WIT. Tim asal Mimika, Papua Tengah, itu membidik tiket final setelah tampil sempurna di babak penyisihan Grup A dengan meraih tiga kemenangan, mencetak 14 gol, dan tanpa kebobolan.
Kepastian WBFC melaju ke semifinal diraih setelah mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor telak 4-0 pada pertandingan ketiga babak penyisihan di Lapangan PSSI Training Center 2, IKN, Selasa (20/10/2026).
Tim asuhan Pelatih Kepala Budiman Yunus dan Manager Ray Manurung itu tampil percaya diri sejak awal pertandingan. Mengenakan kostum hitam-putih, para pemain WBFC mampu mengimbangi permainan Persebaya yang tampil dengan seragam hijau.
Kedua tim sempat saling menyerang pada menit-menit awal. Namun, solidnya pertahanan masing-masing membuat sejumlah peluang belum membuahkan gol.
WBFC akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-17 melalui sundulan Lorenzo Jovian Komangal, yang akrab disapa Onco, memanfaatkan umpan dari sisi kanan. Gol tersebut membawa WBFC unggul 1-0 atas Persebaya yang dikawal kiper El Amin Fi Indonesiano.
Keunggulan WBFC bertambah pada menit ke-31. Don Fransiskus Magal berhasil memaksimalkan peluang dari jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 2-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, WBFC tidak mengendurkan tekanan. Naufal Faidlarrahman memperlebar keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-58 sebelum Vicky Erlangga mencetak gol penutup pada menit ke-81 untuk memastikan kemenangan telak 4-0
Manager Akademi WBFC, Ray Manurung, mengakui pertandingan tersebut tidak mudah. Selain menghadapi lawan tangguh, para pemain juga harus beradaptasi dengan lapangan sintetis dan cuaca panas di IKN.
“Lapangan sintetis itu juga panas dari bawah dan sangat terasa sekali. Namun, puji Tuhan anak-anak bisa bermain konsisten. Semuanya aman, tidak ada yang cedera, dan kita bisa menang dengan skor 4-0,” kata Ray yang turut mendampingi tim di IKN.
Ray mengatakan, tim selanjutnya akan mempersiapkan diri menghadapi semifinal sembari menunggu hasil pertandingan grup lain. Ia memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi baik setelah menjalani tiga pertandingan yang menguras tenaga.
Ia juga mengapresiasi kontribusi para pemain dalam membangun serangan. Onco dinilai memiliki mobilitas tinggi yang membantu pergerakan tim, sedangkan Don berperan penting sebagai gelandang bertahan yang mampu membaca permainan dan melepaskan tendangan keras dari lini kedua.
Menurut Ray, gol-gol yang tercipta saat menghadapi Persebaya merupakan hasil dari skema permainan yang telah disiapkan tim pelatih dan manajemen.
“Kami akan terus konsisten dan memberikan yang terbaik pada partai semifinal dan final. Tetap WBFC menarik, bertekad, tim dari Waa Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, akan mengangkat Piala Soeratin U-17 Tahun 2026 ini di Ibu Kota Nusantara. Amin, Amole,” pungkasnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala Akademi WBFC, Budiman Yunus, bersyukur atas kemenangan tersebut sekaligus keberhasilan timnya memastikan tempat di semifinal.
“Puji syukur kita bisa memenangkan pertandingan terakhir melawan Persebaya dan memastikan lolos ke semifinal. Hari ini anak-anak bermain lebih bagus, percaya diri, tetapi tetap bertanggung jawab,” ujar Budiman.
Ia berharap para pemain tampil lebih fokus dan berkonsentrasi penuh pada pertandingan semifinal agar tidak kehilangan momentum. Budiman juga menegaskan tekadnya untuk mempersembahkan gelar juara nasional Piala Soeratin U-17 bagi WBFC dan masyarakat Jawa Barat.
WBFC sendiri menutup babak penyisihan Grup A dengan catatan sempurna, yakni tiga kemenangan dari tiga pertandingan. Tim asal Papua Tengah tersebut mengoleksi sembilan poin, mencetak 14 gol, dan tidak sekalipun kebobolan sehingga memiliki selisih gol +14.
Persebaya Surabaya menempati posisi kedua Grup A dengan empat poin dari tiga pertandingan, hasil satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Persebaya mencetak sembilan gol dan kebobolan delapan gol dengan selisih gol +1.
Persada berada di posisi ketiga dengan empat poin, hasil satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Persada mencetak enam gol dan kebobolan sembilan gol sehingga memiliki selisih gol -3. Sementara itu, Lahat Football Club menempati posisi keempat tanpa poin setelah menelan tiga kekalahan, mencetak dua gol, dan kebobolan 14 gol.
Di Grup B, Bintang Timur FC keluar sebagai juara grup dengan sembilan poin dari tiga pertandingan. Bintang Timur menyapu bersih seluruh laga dengan mencetak 11 gol dan kebobolan empat gol sehingga memiliki selisih gol +7.
Bomber FC menempati posisi kedua dengan enam poin, hasil dua kemenangan dan satu kekalahan. Bomber mencetak 10 gol dan kebobolan lima gol dengan selisih gol +5.
Posisi ketiga ditempati Persetala Tanah Laut dengan tiga poin, sedangkan Labuan Beru berada di posisi keempat tanpa poin. Persetala mencetak empat gol dan kebobolan enam gol, sementara Labuan Beru mencetak dua gol dan kebobolan 12 gol.
Semifinal lainnya mempertemukan Bintang Timur FC sebagai juara Grup B melawan Persebaya Surabaya sebagai runner-up Grup A pada Kamis (22/10/2026) pukul 15.30 WIT di PSSI Training Center 1, IKN.
Dengan modal tiga kemenangan, 14 gol, dan tanpa kebobolan sepanjang fase grup, WBFC kini membidik kemenangan atas Bomber FC demi melangkah ke final Putaran Nasional Piala Soeratin U-17 2026.
Penulis/Editor: Sianturi