Jenazah ASN Willi Mbuik Dipulangkan Ke Rote, Terduga Pelaku Penembakan Disebut Video Call Keluarga Korban Tangkapan layar video call (VC) yang memperlihatkan percakapan antara terduga pelaku penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dan keluarga salah satu korban, Willi Mbuik, di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT)(Salampapua.com/Dokumen Medsos)

Jenazah ASN Willi Mbuik Dipulangkan Ke Rote, Terduga Pelaku Penembakan Disebut Video Call Keluarga Korban

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Jenazah Willi Mbuik (25), salah satu korban penembakan terhadap tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, telah dipulangkan ke kampung halamannya di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Willi yang merupakan CPNS Kabupaten Jayawijaya angkatan 2024 tewas dalam insiden penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, pada Rabu (9/9/2026).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan jenazah Willi diberangkatkan pada Kamis (10/9/2026) dengan rute Wamena-Jayapura (Sentani)-Makassar-Jakarta hingga Bandara El Tari, Kupang.

“Betul jenazah Willi sudah diberangkatkan tanggal 10 September 2026, dengan rencana tiba di Rote Ndao pada tanggal 11 September 2026 pagi sekitar pukul 07.00 WITA,” ujar Yusuf dalam rilisnya.

Kepulangan jenazah tersebut disambut keluarga dan kerabat di Rote Ndao. Isak tangis mengiringi kedatangan jenazah setelah menempuh perjalanan panjang dari Wamena menuju NTT.

Di tengah suasana duka, keluarga Willi juga disebut mendapat panggilan video (video call/VC) dari pihak yang diduga sebagai pelaku penembakan.

Rekaman percakapan video call tersebut kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, seorang pria yang diduga merupakan bagian dari kelompok pelaku terlihat berkomunikasi dengan keluarga korban.

Berdasarkan informasi yang menyertai rekaman tersebut, panggilan video diduga dilakukan menggunakan telepon seluler milik korban yang dibawa setelah kejadian. Namun, identitas pria dalam rekaman maupun keaslian dan konteks keseluruhan video masih perlu dipastikan melalui penyelidikan aparat.

Dalam percakapan tersebut, pria yang diduga sebagai pelaku juga disebut menyampaikan pernyataan bernada tantangan kepada keluarga korban. Nama Presiden Prabowo Subianto turut disebut dalam percakapan, disertai pernyataan mengenai tuntutan agar Papua keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Beredarnya rekaman tersebut menambah duka keluarga korban yang masih berupaya menerima kehilangan anggota keluarga mereka. Sementara itu, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam penembakan tiga ASN tersebut.

Kepolisian juga diharapkan dapat melakukan pendalaman terhadap rekaman video yang beredar, termasuk menelusuri sumber rekaman, identitas orang yang muncul dalam video, serta perangkat komunikasi yang diduga digunakan dalam panggilan tersebut.

Pengungkapan fakta tersebut penting untuk memastikan setiap informasi yang beredar di media sosial dapat diverifikasi dan menjadi bagian dari proses hukum apabila terbukti berkaitan dengan perkara penembakan.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi