KONI Papua Tengah Kukuhkan Tiga Cabor, Fokus Pembinaan Atlet Menuju PON 2028 Pengukuhan Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Provinsi Papua Tengah di Aula Restoran Jakarta, Karang Mulia, Nabire, Papua Tengah, Selasa (22/9/2026)(Salampapua.com/Elias)

KONI Papua Tengah Kukuhkan Tiga Cabor, Fokus Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

SALAM PAPUA (NABIRE) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah mengukuhkan pengurus tiga cabang olahraga (cabor), yakni PBVSI, Pertina, dan POSSI, di Aula Restoran Jakarta, Karang Mulia, Nabire, Papua Tengah, Selasa (22/9/2026).

Pengukuhan tersebut dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah Victor Fun serta jajaran pengurus KONI dan tiga cabor yang dikukuhkan.

Ketua Umum KONI Papua Tengah Yosua Tipagau mengatakan, pengukuhan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi olahraga di provinsi baru sekaligus langkah awal memperkuat pembinaan atlet untuk menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Pra-PON dan PON 2028.

Tiga cabor yang dikukuhkan masing-masing PBVSI dengan Ketua Umum Brigjen Pol. Jeremias Rontini, Pertina dengan Ketua Umum Yustinus Pigai, dan POSSI dengan Ketua Umum Inarius Douw beserta jajaran pengurus.

Yosua menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang telah memberikan dukungan terhadap pembenahan organisasi dan pengembangan olahraga di daerah.

“Karena kami ini provinsi DOB, setelah KONI dilantik memang manajemen KONI harus dibenahi. Kemudian cabang-cabang olahraga juga harus dibenahi semua sesuai dengan visi dan misi Gubernur, bagaimana kita meletakkan pondasi pertama dalam pembangunan olahraga,” katanya.

Menurutnya, setelah melakukan konsolidasi organisasi KONI, pihaknya mulai mendorong penguatan organisasi pada masing-masing cabor. Hal tersebut dilakukan sesuai mekanisme AD/ART KONI maupun aturan masing-masing cabor dengan tujuan utama membina atlet muda Papua Tengah.

“Bagaimana kita membina prestasi atlet muda yang berasal dari Provinsi Papua Tengah. Sehingga kami kolaborasi dan komunikasi untuk melantik pengurus cabor yang sudah ada SK dari pusat untuk menjalankan organisasi,” ujarnya.

Yosua mengatakan, Papua Tengah harus mulai mempersiapkan atlet menghadapi Pra-PON dan PON 2028. Status sebagai daerah otonomi baru, menurutnya, bukan menjadi alasan untuk tertinggal dalam persaingan olahraga nasional.

Ia meminta pengurus cabor yang baru dikukuhkan segera melakukan konsolidasi hingga tingkat kabupaten. Sebab, atlet-atlet Papua Tengah berada di kabupaten-kabupaten sehingga pencarian dan pembinaan bakat perlu dilakukan secara menyeluruh.

“Silakan konsolidasi organisasi di tiap kabupaten karena di provinsi ini kita tidak punya atlet. Atlet ada di kabupaten-kabupaten. Sehingga konsolidasi organisasi itu sangat penting untuk mempersiapkan atlet,” katanya.

Yosua juga menyebut KONI Papua Tengah telah menerima surat keputusan dari KONI Pusat untuk sejumlah cabor. Dari sekitar 32 cabor yang telah memperoleh SK, tiga di antaranya telah dikukuhkan dan cabor lainnya akan menyusul sesuai mekanisme organisasi.

“Mari kita kolaborasi memperkuat cabor masing-masing untuk bagaimana kita mencetak atlet-atlet yang berasal dari Papua Tengah untuk bersaing di tingkat daerah, nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah Victor Fun mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan apresiasi kepada KONI dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembentukan serta pengukuhan pengurus cabor.

“Saya juga menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus PBVSI, Pertina, dan POSSI Provinsi Papua Tengah yang pada hari ini menerima amanah untuk menjalankan organisasi dan membina prestasi olahraga di daerah yang kita cintai ini,” ucapnya.

Menurut Victor, pengukuhan pengurus cabor bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal tanggung jawab untuk membangun organisasi yang solid, profesional, serta mampu menjalankan pembinaan secara berkelanjutan.

Ia mengatakan, Papua Tengah memiliki potensi atlet yang perlu dikembangkan melalui sistem pembinaan yang terencana, mulai dari tingkat dasar hingga atlet berprestasi.

“Bangun sistem pembinaan yang baik mulai dari tingkat dasar, kembangkan atlet-atlet muda, tingkatkan kualitas pelatih dan wasit, hingga pembinaan atlet-atlet berprestasi,” tegasnya.

Victor juga meminta perhatian terhadap pencarian bakat-bakat muda di seluruh wilayah Papua Tengah agar anak-anak yang memiliki potensi olahraga mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

“Jangan sampai ada anak-anak Papua Tengah yang memiliki potensi olahraga, tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk berkembang karena keterbatasan pembinaan dan akses,” katanya.

Kepada pengurus PBVSI, Pertina dan POSSI, Victor berpesan agar memperkuat koordinasi dengan KONI Papua Tengah, pemerintah daerah, pelatih, atlet, sekolah, komunitas olahraga dan seluruh pemangku kepentingan.

“Bangun organisasi yang terbuka, profesional, berorientasi pada pembinaan serta prestasi atlet,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembinaan olahraga tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga harus memperhatikan pendidikan, kesehatan, karakter dan masa depan atlet.

“Para atlet adalah generasi muda yang harus kita siapkan bukan hanya untuk menjadi juara di arena pertandingan, tetapi juga menjadi pribadi-pribadi yang berdisiplin, berintegritas dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Victor memastikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan terus mendorong pengembangan olahraga sesuai kemampuan dan kewenangan pemerintah daerah. Namun, keberhasilan pembinaan olahraga membutuhkan sinergi antara KONI, cabor, pemerintah daerah, dunia pendidikan, pelatih, atlet dan masyarakat.

“Semoga kepengurusan yang baru dapat membawa kemajuan bagi masing-masing cabang olahraga dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan prestasi olahraga di Provinsi Papua Tengah,” pungkasnya.

Penulis: Elias

Editor: Sianturi