Diduga Demi Mencari Uang Tabur, OTK Bongkar 10 Makam Di TPU Muslim Kaugapu Personel Polsek Mimika Timur dan pengurus KKSS saat melihat langsung sejumlah makam di TPU Muslim Inkubator Kampung Kaugapu, yang ditemukan dalam kondisi dibongkar (salampapua.com/Foto: Dokumen Polsek Mimika Timur)

Diduga Demi Mencari Uang Tabur, OTK Bongkar 10 Makam Di TPU Muslim Kaugapu

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kejadian mengejutkan terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Inkubator, RT 05 Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur. Sebanyak 10 makam ditemukan dalam kondisi dibongkar atau digali oleh orang tidak dikenal (OTK).

Informasi tersebut dibenarkan Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumalena. Ia menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga, sehingga piket Regu III Polsek Mimika Timur bersama pengurus Kerukunan Keluarga Besar Sulawesi Selatan (KKSS) Ranting Distrik Mimika Timur langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.

Berdasarkan hasil tinjauan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukan 10 makam yang telah digali. Satu di antaranya merupakan kuburan seorang anak perempuan kecil yang digali cukup dalam, serta dua nisan yang dicabut dan berserakan di atas tanah. Sementara itu, sembilan makam lainnya hanya digali pada bagian permukaan saja.

"Personel kami sudah tinjau ke TKP dan memang benar ditemukan adanya 10 makam yang digali," konfirmasi Iptu Alex melalui pesan WhatsApp, Jumat (3/7/2026).

Dari keterangan sejumlah saksi, insiden ini bermula pada 30 Juni 2026. Tiga orang anak kecil melaporkan melihat seorang anak berinisial A membawa sekop di area pintu masuk TPU. Pelaku bahkan mengakui kepada anak-anak tersebut bahwa ia telah melakukan penggalian di beberapa makam.

Motif utama pelaku diduga ingin mencari "uang sawur" atau "uang tabur" yang sering diletakkan di dalam kuburan saat prosesi pemakaman. Namun, informasi tambahan menyebutkan bahwa terduga pelaku merupakan warga setempat yang mengalami gangguan jiwa.

Hingga saat ini, Polsek Mimika Timur dan pihak KKSS terus melakukan komunikasi dan pendekatan dengan keluarga korban yang merasa dirugikan.

"Banyak yang menginformasikan bahwa terduga pelaku itu masih muda dan mengalami gangguan jiwa. Oleh karena itu, kami upayakan langkah-langkah penyelesaian secara kekeluargaan dan hukum agar persoalan ini tidak melebar," pungkas Iptu Alex.

Penulis: Acik

Editor: Jimmy