SALAM PAPUA (INTAN JAYA) – Komando Operasi (Koops) TNI Habema melaksanakan operasi penguasaan terhadap sebuah honai yang diduga digunakan sebagai lokasi transit kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di sekitar Kampung Abundoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan keterangan resmi Koops TNI Habema, operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi intelijen mengenai dugaan adanya rencana aksi bersenjata terhadap aparat keamanan serta aktivitas konsolidasi kelompok yang disebut dipimpin Daniel Aibon Kogoya di wilayah tersebut.
Setelah melalui tahapan pengintaian, verifikasi informasi, dan perencanaan operasi, personel Satgas bergerak menuju lokasi untuk mengamankan sasaran dengan mengedepankan aspek keselamatan masyarakat.
Dalam operasi tersebut, personel TNI menguasai honai yang disebut digunakan sebagai tempat transit kelompok bersenjata. Dari lokasi itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata api organik jenis Lee Enfield kaliber 7,62 mm, dua pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, satu pucuk senapan angin dalam kondisi terbongkar, sejumlah munisi, serta perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.
Koops TNI Habema menyatakan pengamanan senjata tersebut bertujuan mengurangi potensi ancaman terhadap masyarakat sekaligus mencegah penggunaan senjata dalam aksi kekerasan di wilayah Intan Jaya.
Dalam keterangan resminya juga disebutkan bahwa empat warga yang berada di sekitar lokasi menyampaikan harapan agar kampung mereka tetap aman, damai, dan terbebas dari aksi kekerasan. Mereka disebut menyatakan komitmen untuk menjaga ketenangan lingkungan bersama seluruh elemen masyarakat.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan setiap operasi keamanan yang dilaksanakan jajarannya dilakukan secara selektif, terukur, dan profesional dengan tetap mengutamakan perlindungan terhadap masyarakat sipil.
"Tugas utama kami adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua. Setiap tindakan dilakukan secara terukur berdasarkan informasi yang valid, dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil serta menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Keamanan yang terjaga merupakan fondasi bagi berlangsungnya pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Koops TNI Habema juga kembali mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan untuk menghentikan aksi kekerasan dan memilih penyelesaian melalui jalur damai sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi