RRI Fest Nabire 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Cek Kesehatan Gratis Hingga Gerakan Pangan Murah Ketua Panitia RRI Fest Nabire Tahun 2026, Jodefri Panjaitan (Salampapua.com/Elias)

RRI Fest Nabire 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Cek Kesehatan Gratis Hingga Gerakan Pangan Murah

SALAM PAPUA (NABIRE) – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Nabire berkolaborasi dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal), Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire resmi membuka rangkaian kegiatan RRI Fest Nabire Tahun 2026.

Pembukaan RRI Fest 2026 berlangsung di kawasan Pantai Nabire, Jumat (4/9/2026) pagi, dengan mengusung sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Ketua Panitia RRI Fest Nabire 2026, Jodefri Panjaitan, mengatakan kegiatan pembukaan diisi dengan aksi bersih-bersih pantai, penyerahan 300 bibit pohon kepada masyarakat, serta edukasi dan pemilahan sampah plastik dan sampah anorganik.

“RRI Fest 2026 ini ada beberapa kegiatan yang kami lakukan. Hari ini pembukaan berlangsung dengan aksi bersih-bersih pantai, penyerahan bibit pohon sebanyak 300, dan kami juga menyajikan pemilahan sampah plastik serta sampah anorganik,” ujar Jodefri kepada Salampapua.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan selanjutnya akan dilaksanakan dalam bentuk Car Free Day (CFD) di Jalan Pepera. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat akan diajak mengikuti senam sehat bersama. Selain itu, akan tersedia stan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

“Kami akan melaksanakan CFD di Jalan Pepera. Di sana kami akan melaksanakan senam sehat bersama, UMKM, dan cek kesehatan gratis,” katanya.

Sementara itu, puncak RRI Fest dijadwalkan berlangsung pada 11 September 2026. Pada kegiatan tersebut, panitia akan menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan kegiatan donor darah.

Menurut Jodefri, pelaksanaan RRI Fest tahun ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak, di antaranya TNI Angkatan Laut, DLHKP Provinsi Papua Tengah, dan DLH Kabupaten Nabire.

“Kami berkolaborasi dengan Angkatan Laut, kemudian Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan RRI Fest pada tahun-tahun mendatang dapat melibatkan lebih banyak unsur masyarakat dan organisasi di Kabupaten Nabire. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan RRI, tetapi juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami harapkan tahun depan semua bisa terlibat dalam acara RRI Fest karena kegiatan ini setiap tahun dilaksanakan,” tuturnya.

Jodefri menilai kepedulian terhadap lingkungan perlu terus digaungkan secara bersama-sama. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan tidak dapat hanya dilakukan oleh RRI, wartawan, maupun TNI Angkatan Laut, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Mungkin kepedulian terhadap lingkungan bisa terus kita gaungkan, bukan saja RRI, bukan saja teman-teman wartawan, bukan saja teman-teman Angkatan Laut, tetapi seluruh warga masyarakat Nabire supaya menjaga Nabire tetap sehat, tetap lestari,” katanya.

Ia berharap masyarakat dapat mempertahankan citra Nabire sebagai daerah yang bersih dan sehat dengan memulai kebiasaan menjaga lingkungan dari diri sendiri.

Jodefri secara khusus mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah plastik sembarangan. Menurutnya, sampah plastik membutuhkan waktu lama untuk terurai sehingga dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

“Kami sudah memulai dari RRI Nabire dan Angkatan Laut untuk peduli lingkungan. Diharapkan masyarakat juga bisa membuang sampah, khususnya sampah plastik, pada tempatnya,” tegasnya.

“Jangan membuang sampah plastik sembarangan karena tidak bisa diurai. Kita buang sampah pada tempatnya, jaga kebersihan Kota Nabire, dan ke depannya RRI bisa terus menggaungkan bagaimana menjaga lingkungan,” sambungnya.

Selain membagikan bibit kepada masyarakat, RRI Nabire juga akan melakukan penghijauan di kawasan pemancar RRI yang berada di Wadio.

Jodefri mengatakan sebanyak 300 bibit pohon dibagikan kepada peserta yang hadir dalam kegiatan pembukaan. Sementara itu, sebanyak 50 pohon akan ditanam di kawasan pemancar RRI di Wadio sebagai bagian dari upaya menghijaukan kawasan tersebut.

“Kalau untuk pembagian pohon, kami bagikan kepada peserta yang hadir sebanyak 300 pohon. Kami juga akan menanam di lokasi pemancar kami di Wadio. Di sana ada pemancar RRI yang akan kami hijaukan juga,” jelasnya.

“Pihaknya akan menanam 50 pohon di sana. Jadi, di sini tadi kami hanya membagikan 300 pohon,” pungkas Jodefri.

Penulis: Elias

Editor: Sianturi