SALAM PAPUA (TIMIKA) - Mengukir kiprah, menggaungkan karya dan menampilkan rasa ke ranah publik bisa melalui berbagai indikator, namun di semua yang ada, hanya melalui buku yang dapat bertahan sepanjang masa.
Alfian Akbar Balyanan, yang kesehariannya merupakan seorang legislator DPRK Mimika dari Fraksi PDI Perjuangan dan menjabat sebagai Ketua Komisi I, mampu melihat entitas ini dengan baik melalui bukunya berjudul “Menuju Timika yang Menyala.”
Buku kecil namun besar substansinya ini dilaunching pada Sabtu (11/7/2026), yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika.
Launching buku tersebut diiringi dengan diskusi ringan yang mengundang narasumber Dominggus Kapiyau (Anggota DPRK Mimika jalur Otsus) dan Hebelino Sawaki (akademisi), serta dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika, Yohanis Michael Yanwarin, anggota DPRK Mimika, Forkopimda, kumpulan Cipayung, KNPI, dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Alfian mengatakan bahwa buku ini lahir dari keterpanggilan hatinya untuk berpikir dan berkarya bagi Papua, khususnya bagi Kabupaten Mimika, di tengah situasi dan kondisi Papua yang menurut dia, sedang tidak baik-baik saja.
Di samping itu, menurut dia, buku ini juga untuk menstimulus kembali semangat masyarakat agar dapat berkontribusi aktif bagi kemajuan Tanah Papua, khususnya Kabupaten Mimika.
“Sesungguhnya isi buku ini untuk memotret sekaligus mengulas sejumlah persoalan yang kita alami hari ini, khususnya di Papua, untuk kemudian dapat memberikan secercah gagasan dalam berkarya nyata, positif dan aktif bagi Tanah Papua, yang kita bisa mulai dari Kabupaten Mimika ini. Itulah maksud utama saya memberikan judul buku ini, sebagai seruan untuk menghidupkan kembali semangat yang menyala-nyala dari Kabupaten Mimika ini, kita tunjukkan bahwa Papua siap berkarya untuk negeri ini,” ungkapnya.
Untuk diketahui, buku karya mantan aktivis ini terdiri dari 5 Bab, dimana bab pertama membahas tentang quo vadis problematika Papua, bab kedua membahas tentang pemangkasan dana Otsus Papua: niat baik saja tidak cukup, bab ketiga membahas tentang batas kewenangan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otsus Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, bab keempat membahas tentang gagasan untuk menata Mimika, dan bab kelima membahas tentang membangun pemuda Mimika menuju Indonesia Emas.
Penulis/Editor: Jimmy