SALAM PAPUA (TIMIKA)- Laga perempat final Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan duel menarik ketika juara bertahan Argentina menghadapi Swiss. Pertandingan yang berlangsung di Arrowhead Stadium, Kansas City, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2026) waktu setempat ini diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling sengit di babak delapan besar.
Argentina datang sebagai salah satu kandidat kuat mempertahankan gelar juara dunia. Namun perjalanan mereka menuju perempat final tidak sepenuhnya mulus. Setelah mengalahkan Tanjung Verde 3-2 di babak 32 besar, Lionel Messi dan kolega kembali dipaksa bekerja keras sebelum akhirnya menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2 pada babak 16 besar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Albiceleste tetap memiliki kualitas luar biasa, tetapi masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah di sektor pertahanan.
Di sisi lain, Swiss tampil sebagai salah satu kuda hitam turnamen. Tim asuhan Murat Yakin berhasil mengalahkan Aljazair sebelum menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti pada babak 16 besar. Keberhasilan itu menjadi pencapaian bersejarah karena membawa Swiss kembali ke perempat final Piala Dunia setelah penantian panjang. Para pemain Swiss juga menegaskan mereka menghormati Lionel Messi, tetapi tetap percaya diri mampu memberikan kejutan kepada sang juara bertahan.
Melihat kualitas skuad, pengalaman, dan kedalaman pemain, Argentina tetap lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan. Peluang kemenangan Albiceleste diperkirakan berada di kisaran 65 persen, sedangkan Swiss memiliki peluang sekitar 35 persen. Meski demikian, angka tersebut bukan jaminan karena Swiss dikenal sebagai tim yang sangat disiplin, sulit ditembus, dan sering merepotkan negara-negara besar dalam turnamen internasional.
Kekuatan utama Argentina masih bertumpu pada Lionel Messi. Meski telah berusia 39 tahun, kapten Albiceleste tetap menjadi pemain paling menentukan sepanjang turnamen. Messi telah mencetak delapan gol dan menjadi salah satu pemuncak daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026. Selain kemampuan mencetak gol, visi bermain dan kreativitasnya dalam membuka ruang menjadikan Argentina selalu berbahaya setiap kali menguasai bola.
Argentina juga memiliki lini tengah yang sangat solid. Rodrigo De Paul tetap menjadi motor permainan yang menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Enzo Fernández tampil impresif dengan distribusi bola yang akurat serta kemampuan melakukan tendangan jarak jauh. Gol penentu kemenangan Enzo Fernández atas Mesir semakin mempertegas pentingnya peran gelandang Chelsea tersebut dalam skema permainan Lionel Scaloni. Bahkan statistik menunjukkan Argentina selalu menang ketika Enzo mencetak gol untuk tim nasional.
Di sektor depan, Scaloni masih memiliki banyak pilihan. Selain Messi, terdapat Julián Álvarez dan Lautaro Martínez yang sama-sama mampu menjadi penyelesai akhir. Kehadiran dua penyerang dengan karakter berbeda membuat Argentina memiliki variasi serangan yang sulit ditebak. Álvarez lebih aktif membuka ruang dan melakukan pressing, sedangkan Lautaro dikenal sebagai predator kotak penalti dengan penyelesaian akhir yang tajam.
Meski demikian, Argentina juga memiliki kelemahan. Sepanjang fase gugur mereka beberapa kali kehilangan konsentrasi setelah unggul lebih dahulu. Lini belakang masih sering memberikan ruang kepada lawan sehingga kebobolan dalam dua pertandingan terakhir. Selain itu, ketergantungan terhadap kreativitas Messi masih cukup tinggi. Ketika ruang gerak sang kapten berhasil dibatasi, ritme permainan Argentina cenderung menurun.
Sementara itu, Swiss memiliki identitas permainan yang berbeda. Mereka mengandalkan organisasi pertahanan yang rapi, disiplin menjaga posisi, dan sangat efektif saat melancarkan serangan balik. Filosofi tersebut membuat Swiss mampu bertahan menghadapi tekanan Kolombia hingga akhirnya memenangkan adu penalti pada babak 16 besar.
Kekuatan terbesar Swiss berada di lini tengah. Granit Xhaka tetap menjadi pemimpin permainan dengan pengalaman dan kemampuan mengatur tempo pertandingan. Denis Zakaria memberikan kekuatan fisik sekaligus membantu menjaga keseimbangan pertahanan. Kombinasi keduanya memungkinkan Swiss menekan kreativitas lini tengah Argentina apabila tampil dalam performa terbaik.
Di lini depan, Breel Embolo menjadi tumpuan utama. Penyerang bertubuh besar tersebut memiliki kemampuan duel udara yang sangat baik dan cukup efektif memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan lawan. Selain Embolo, Zeki Amdouni juga memiliki kecepatan yang dapat merepotkan bek Argentina melalui serangan balik cepat. Embolo disebut menjadi harapan utama Swiss setelah mencatatkan produktivitas yang baik bersama tim nasional dalam beberapa pertandingan terakhir.
Kelemahan Swiss terletak pada produktivitas gol. Mereka bukan tim yang menciptakan banyak peluang setiap pertandingan. Sebagian besar kemenangan diraih melalui efisiensi serangan serta pertahanan yang disiplin. Jika Argentina mampu mencetak gol lebih dahulu, Swiss dipaksa bermain lebih terbuka, sesuatu yang bukan karakter alami mereka.
Pertandingan ini diperkirakan akan ditentukan oleh duel di lini tengah. Argentina kemungkinan mendominasi penguasaan bola melalui Enzo Fernández, Rodrigo De Paul, dan Alexis Mac Allister. Sebaliknya, Swiss akan mencoba memutus aliran bola sejak dari tengah sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat kepada Embolo maupun Amdouni.
Selain itu, duel Messi melawan lini pertahanan Swiss menjadi perhatian utama. Murat Yakin diperkirakan tidak hanya menugaskan satu pemain untuk mengawal Messi, melainkan menerapkan penjagaan kolektif agar ruang geraknya semakin terbatas. Namun fokus berlebihan kepada Messi justru bisa membuka ruang bagi Julián Álvarez atau Lautaro Martínez.
Dari sisi individu, Lionel Messi tetap menjadi pemain yang paling berpeluang mencetak gol. Pergerakannya yang sulit diprediksi serta kemampuan mengeksekusi bola mati membuatnya selalu menjadi ancaman di sepertiga akhir lapangan. Enzo Fernández juga layak diperhitungkan melalui tendangan dari luar kotak penalti maupun penyelesaian dari lini kedua.
Di kubu Swiss, Breel Embolo menjadi kandidat utama pencetak gol. Kemampuannya memanfaatkan umpan silang dan duel udara dapat menjadi senjata menghadapi pertahanan Argentina. Zeki Amdouni juga berpotensi menciptakan kejutan apabila memperoleh ruang dalam situasi transisi cepat.
Secara keseluruhan, Argentina masih memiliki kualitas yang lebih lengkap dibanding Swiss. Kedalaman skuad, pengalaman bermain di pertandingan besar, serta keberadaan Lionel Messi menjadi modal utama Albiceleste untuk melangkah ke semifinal. Namun Swiss telah membuktikan bahwa mereka merupakan tim yang sulit dikalahkan dan memiliki mental bertanding yang sangat kuat.
Jika Argentina mampu mencetak gol lebih dahulu, peluang mereka mengontrol jalannya pertandingan akan semakin besar. Sebaliknya, apabila Swiss berhasil mempertahankan skor tetap imbang hingga memasuki babak kedua, tekanan justru dapat beralih kepada Argentina yang mengemban status juara bertahan.
Prediksi akhir mengarah pada kemenangan tipis Argentina dengan skor 2-1. Lionel Messi diperkirakan kembali menjadi pembeda melalui satu gol atau assist, sementara Enzo Fernández berpotensi memberikan kontribusi penting dari lini tengah. Di kubu Swiss, Breel Embolo diprediksi menjadi pemain yang paling berpeluang membobol gawang Argentina.
Apabila prediksi tersebut menjadi kenyataan, Argentina akan melaju ke semifinal dan semakin dekat mempertahankan gelar juara dunia. Namun jika Swiss mampu mempertahankan disiplin permainan dan memaksimalkan peluang serangan balik, bukan tidak mungkin kejutan besar kembali tercipta pada Piala Dunia 2026. (Dikutip Dari Berbagai Sumber)
Editor: Sianturi